Jakarta—PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) memberikan dukungan pembiayaan terstruktur kepada PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) untuk mempercepat implementasi jaringan 5G Fixed Wireless Access (FWA). Dukungan tersebut disalurkan melalui anak usaha Surge, PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP), yang menjalankan peran dalam pelaksanaan jaringan 5G FWA Surge.
Inisiatif ini terkait proyek bertajuk Internet Rakyat (IRA), yang dirancang untuk menghadirkan layanan fixed broadband berkecepatan tinggi dengan biaya terjangkau. Jaringan 5G FWA Surge disebut beroperasi pada spektrum 1.4GHz dan ditujukan untuk memperluas akses internet ke berbagai wilayah.
KB Bank menyalurkan dukungan melalui fasilitas pinjaman non-tunai berupa Letter of Credit (L/C) dan/atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dalam mata uang rupiah. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pengadaan perangkat dan kebutuhan awal implementasi proyek.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyatakan dukungan itu merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Ia menilai perluasan akses fixed broadband yang terjangkau dapat meningkatkan partisipasi ekonomi dan daya saing nasional.
“KB Bank berkomitmen untuk mendukung inisiatif yang memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem digital nasional. Penyediaan fasilitas non-tunai dalam bentuk L/C dan SKBDN ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap proyek infrastruktur yang scalable seperti implementasi 5G FWA Surge. Kami meyakini bahwa perluasan akses fixed broadband yang terjangkau akan meningkatkan partisipasi ekonomi dan daya saing nasional,” ujar Kunardy, dikutip dari situs resmi KB Bank.
Dari pihak Surge, Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk sekaligus Direktur Utama TKP, Shannedy Ong, menyambut dukungan tersebut. Ia mengatakan IRA dirancang untuk menyediakan fixed broadband terjangkau dengan dukungan teknologi 5G FWA, dan pemanfaatan spektrum 1.4GHz disebut dapat membuat implementasi lebih efisien serta mengoptimalkan struktur biaya infrastruktur.
“Internet Rakyat dirancang untuk menghadirkan layanan fixed broadband berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi 5G FWA pada spektrum 1.4GHz, kami dapat melakukan implementasi secara lebih efisien serta mengoptimalkan struktur biaya infrastruktur. Dukungan pembiayaan terstruktur dari KB Bank memperkuat efisiensi pengadaan dan mempercepat eksekusi pada tahap awal implementasi,” kata Shannedy.
KB Bank juga menilai kolaborasi ini sejalan dengan komitmen untuk mendorong infrastruktur dan teknologi yang berdampak luas secara ekonomi dan sosial. Melalui fasilitas trade finance terstruktur, bank mendukung efisiensi proses pengadaan serta pengelolaan modal yang lebih disiplin pada fase awal proyek.
Dalam konteks pengembangan konektivitas, 5G FWA disebut memiliki potensi sebagai solusi penyediaan internet berkecepatan tinggi, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur kabel. Di sisi lain, implementasinya juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti ketersediaan spektrum, kebutuhan investasi infrastruktur pendukung, serta aspek regulasi dan perizinan.
Surge menyatakan penggunaan spektrum 1.4GHz menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung implementasi jaringan. Namun, pengembangan lebih lanjut tetap memerlukan dukungan ekosistem, termasuk kesiapan infrastruktur dan koordinasi pemangku kepentingan terkait.
Melalui proyek IRA, penyediaan internet terjangkau diharapkan membuka peluang pemanfaatan konektivitas untuk berbagai kebutuhan, termasuk akses informasi dan aktivitas ekonomi berbasis digital. Dukungan pembiayaan dari KB Bank diposisikan sebagai pengungkit pada tahap awal eksekusi, khususnya dalam pengadaan perangkat dan kebutuhan implementasi.