BERITA TERKINI
Kanwil Kemenkum Sulsel Perkenalkan SI-APA untuk Digitalisasi Penyusunan dan Penilaian SKP

Kanwil Kemenkum Sulsel Perkenalkan SI-APA untuk Digitalisasi Penyusunan dan Penilaian SKP

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) memperkenalkan Sistem Informasi Aplikasi Penilaian ASN (SI-APA) sebagai upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam layanan internal, khususnya pada penyusunan dan penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).

CPNS Analis SDMA Ahli Pertama, Deffri Kun Indharta, menjelaskan bahwa penerapan penyusunan SKP secara triwulan dinilai bermanfaat untuk memperkuat pengawasan kinerja pegawai. Menurutnya, kendala dalam pelaksanaan tugas dan fungsi saat penerapan SKP triwulan dapat lebih cepat terdeteksi sehingga tindak lanjut dapat dilakukan sejak awal.

Deffri menyampaikan, SI-APA yang telah dikembangkan akan mengubah proses penyusunan SKP dari manual menjadi digital dan menyesuaikan kebutuhan penyusunan SKP triwulan. Ia mengatakan, aplikasi tersebut memungkinkan pembuatan SKP triwulan dan tahunan secara otomatis. “Ketika pegawai membuat SKP, hanya satu kali dan tergenerate sebanyak 4 kali (triwulan) sehingga menjadi SKP tahunan. Sewaktu-waktu jika dibutuhkan, bisa langsung dari aplikasi,” ujarnya saat memperkenalkan skema SI-APA kepada pegawai secara virtual, Jumat (17/4/2026).

Selain memudahkan pelaporan dan pemantauan kinerja secara digital, Deffri menilai digitalisasi ini juga mendorong terbentuknya budaya kinerja aktif di lingkungan ASN Kanwil Kemenkum Sulsel. Dalam pemaparan tersebut, ia juga menjelaskan tiga jenis pengguna aplikasi, yakni pegawai yang dinilai, pejabat penilai kinerja, dan administrator.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Meydi Zulqadri, menyebut salah satu fungsi utama aplikasi ini adalah memberikan umpan balik secara langsung melalui sistem setelah ASN yang dinilai mengirimkan SKP triwulan kepada pejabat penilai kinerja. “Prosesnya kami harapkan bisa lebih cepat tanpa memerlukan pengerjaan manual. Hal ini yang terus kami dorong untuk meningkatkan layanan, khususnya dari sektor internal,” kata Meydi.