BERITA TERKINI
Kampanye Jaga Bumi erafone Kumpulkan Lebih dari 800 Gadget Bekas di Empat Kota Sepanjang 2025

Kampanye Jaga Bumi erafone Kumpulkan Lebih dari 800 Gadget Bekas di Empat Kota Sepanjang 2025

erafone menutup rangkaian kampanye Jaga Bumi tahun 2025 dengan capaian pengumpulan lebih dari 800 unit gadget bekas dari empat wilayah pelaksanaan, yakni Jakarta, Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Perangkat yang paling banyak disetorkan masyarakat meliputi smartphone, feature phone, dan tablet.

Kampanye Jaga Bumi disebut menjadi bagian dari komitmen erafone untuk mendorong pengelolaan limbah elektronik (e-waste) secara bertanggung jawab. Melalui dropbox e-waste yang tersedia di berbagai gerai, masyarakat diajak menyerahkan perangkat elektronik bekas untuk kemudian diproses sesuai prosedur pengelolaan limbah yang berlaku.

erafone menyatakan seluruh perangkat yang terkumpul diproses oleh mitra pengelola e-waste tersertifikasi. “Seluruh e-waste ditelusuri dari titik pengumpulan di toko hingga ke fasilitas daur ulang,” ujar Group Chief HC GA Legal & CSR Erajaya Group Jimmy Perangin Angin, sebagaimana disampaikan kepada Katadata Green (10/11).

Menurut erafone, tantangan utama program ini terletak pada edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Masih banyak orang yang belum memahami pentingnya menyalurkan perangkat lama ke jalur pengelolaan yang tepat. Jimmy menyebut perubahan perilaku dinilai akan lebih cepat terjadi melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, pelaku bisnis, dan komunitas.

Berbekal pengalaman pelaksanaan di Bandung dan Bali, erafone menilai kolaborasi dengan komunitas lokal efektif untuk menjangkau segmen masyarakat baru. Edukasi langsung di lapangan dinilai membantu membangun rasa kepemilikan terhadap isu lingkungan sekaligus memperkenalkan praktik pengelolaan e-waste secara lebih mudah dipahami.

“Kami melihat antusias masyarakat meningkat signifikan sejak program diperluas ke Bandung dan Bali, terutama berkat kolaborasi dengan komunitas dan media lokal,” kata Jimmy.

Selain pengumpulan gadget bekas, kampanye ini juga mencatat keterlibatan sosial melalui kegiatan bersama komunitas. Di Bandung dan Bali, lebih dari 15 komunitas lokal terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti bersih-bersih pantai dan workshop edukatif. Jimmy menilai kegiatan bersama komunitas membantu memperluas kesadaran publik serta mendorong pengelolaan e-waste dari rumah.

Di Bandung, kegiatan plogging pada 13 Juli menempuh rute dari Gasibu menuju gerai erafone & more Dago melewati area Gempol. Dalam satu jam, peserta mengumpulkan 26 kilogram sampah yang terdiri dari plastik botol 4,2 kilogram, residu 8,7 kilogram, puntung rokok 1,05 kilogram, pecahan kaca 9,7 kilogram, dan kertas 2,4 kilogram. Seluruh sampah tersebut dikelola lebih lanjut oleh Parongpong Raw Lab beserta mitranya.

Sementara itu di Bali, kegiatan bersih-bersih Pantai Legian pada 20 September diikuti lebih dari 50 orang dan menghasilkan 46,6 kilogram sampah organik serta anorganik. Sampah yang terkumpul diproses lebih lanjut oleh tim Ecoway.id.

Inisiatif lingkungan juga dilakukan di laut melalui adopsi terumbu karang bersama Ecoway Conservation pada 20 September. Sebanyak 40 fragmen karang yang ditanam di perairan Bali diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.927 kilogram karbon dioksida per tahun, atau sekitar 6.136 kilogram dalam lima tahun.

erafone menyatakan capaian tahun ini menjadi dasar untuk memperluas inisiatif Jaga Bumi pada 2026. Program tersebut direncanakan menjangkau lebih banyak kota besar dengan target menghimpun 2.000–3.000 unit e-waste secara nasional. “Ke depan, kami ingin memperluas kampanye Jaga Bumi agar tak berhenti di pengumpulan e-waste, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi di berbagai kota,” pungkas Jimmy.