Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memamerkan inovasi kompor plasma dan motor listrik sebagai bagian dari upaya menjawab isu kelangkaan sumber energi dan elpiji di masyarakat. Inovasi tersebut ditinjau langsung oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Mohammad Fauzan Adziman, saat berkunjung ke ITS Science Techno Park (STP).
Menurut Fauzan, hasil inovasi ITS perlu segera didorong agar dapat dirilis ke pasar industri dan masyarakat luas. Kompor plasma yang dikembangkan peneliti ITS memanfaatkan teknologi filamen yang menghasilkan energi panas menyerupai api sungguhan, sehingga ditujukan sebagai alternatif penggunaan elpiji dengan listrik.
Fauzan menyatakan inovasi tersebut diharapkan dapat berkontribusi menekan subsidi energi nasional. Ia menilai, bila dampaknya signifikan, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lain yang lebih produktif.
Dalam kesempatan itu, Fauzan juga menekankan bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada kecanggihan teknologi. Ia menyebut aspek non-teknis perlu disiapkan agar inovasi dapat terhilirkan secara optimal, mulai dari pemodelan pembiayaan, pemahaman perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar.
Fauzan menegaskan Ditjen Risbang siap membuka ruang kolaborasi untuk penyempurnaan inovasi. Ia menyampaikan rencana pembentukan skema konsorsium yang mempertemukan pakar lintas bidang keilmuan dan mitra, termasuk untuk mengawal regulasi serta hilirisasi produk. Menurutnya, konsorsium lintas disiplin diperlukan, mencakup bidang seperti elektronika, teknik fisika, ekonomi, dan hukum.
Sementara itu, Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Agus Muhamad Hatta, menyampaikan komitmen kampus dalam membangun sinergi triple helix. Ia menilai kehadiran pihak kementerian dan lembaga investasi seperti Danantara dapat membantu menjembatani kesenjangan antara prototipe riset dan produk komersial.
Hatta juga memaparkan rekam jejak ITS dalam pengembangan kendaraan listrik nasional, dari sepeda motor, mobil, hingga bus listrik. Ke depan, ITS disebut akan memfokuskan penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan unit baru maupun program konversi kendaraan bermotor berbahan bakar.
ITS menyatakan optimistis dapat mempercepat proses standarisasi industri berkat dukungan fasilitas laboratorium yang telah dipercaya pemerintah untuk sertifikasi dan pengujian. Dengan dukungan tersebut, ITS menilai inovasi-inovasinya siap ditangkap sektor industri dalam waktu dekat.