BERITA TERKINI
ITS Luncurkan Renstra 2026–2030, Tekankan Hilirisasi Riset dan Target Global Impact University

ITS Luncurkan Renstra 2026–2030, Tekankan Hilirisasi Riset dan Target Global Impact University

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030 sebagai pijakan baru untuk mempercepat transformasi kampus menuju institusi berbasis inovasi dan kewirausahaan. Dokumen ini diposisikan sebagai kompas arah pengembangan ITS dalam beberapa tahun ke depan.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan, pengembangan ITS tidak lagi berhenti pada capaian akademik semata. Menurutnya, ITS akan berfokus menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan bangsa, salah satunya melalui hilirisasi riset bersama industri. “Untuk itu, saya tekankan hilirisasi riset dengan industri agar dapat menyelesaikan persoalan dan menciptakan nilai ekonomi,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, Renstra 2026–2030 disusun untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga krisis energi. Renstra ini mengusung tema besar RAISE yang diharapkan menjadi fondasi utama arah pertumbuhan ITS.

Dalam kerangka RAISE, ITS menempatkan diri sebagai bagian dari solusi melalui sejumlah misi. Pertama, Relevant and Impactful Research, yang menitikberatkan penguatan riset inovatif dan aplikatif guna menjawab kebutuhan masyarakat serta industri. Kedua, Academic Excellence and Global Reputation, yang diarahkan untuk mendorong lahirnya lulusan unggul, berkarakter, dan kompetitif di tingkat internasional.

Misi berikutnya adalah Innovation and Entrepreneurship, yang menargetkan terbentuknya ekosistem kewirausahaan berbasis hilirisasi hasil riset agar memiliki nilai tambah. Selain itu, nilai Sustainable Development menegaskan dukungan infrastruktur dan tata kelola institusi yang modern serta adaptif, sedangkan Excellence Governance menekankan perbaikan tata kelola keuangan, sarana prasarana, dan penguatan sumber daya manusia yang profesional.

Bambang menyebut ITS akan memperkuat riset aplikatif, inovasi teknologi, dan kolaborasi strategis. Ia juga menyampaikan capaian periode sebelumnya, dengan lebih dari 70 persen indikator kinerja berhasil dicapai dan atau melampaui target. Meski demikian, ia menilai ITS masih perlu melakukan akselerasi, terutama dalam memperluas pengalaman global mahasiswa dan memperkuat ekosistem inovasi.

Melalui Renstra ini, ITS menargetkan penguatan posisi sebagai Global Impact University pada 2030. Predikat tersebut merujuk pada perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan. “Kami ingin ITS tidak hanya dikenal dari segi akademik, tetapi juga dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Bambang.

Untuk mencapai target tersebut, ITS merancang tiga pilar pengembangan, yaitu ITS Tangguh, ITS Berdampak, dan ITS Mendunia. Pilar ini menjadi kerangka untuk memperkuat adaptasi terhadap perubahan global, meningkatkan kontribusi kepada masyarakat, serta memperluas jejaring internasional. Pada aspek akademik, ITS juga akan memperkuat kurikulum berbasis teknologi dan kebutuhan industri agar menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompetitif secara global.

Di bidang riset, ITS mengarahkan kegiatan penelitian pada hilirisasi dan komersialisasi inovasi agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi. Bambang menilai, hilirisasi inovasi dapat memberikan nilai tambah ekonomi.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS Dr Machsus ST MT menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kemandirian finansial institusi. Menurutnya, ITS perlu mendorong diversifikasi sumber pendanaan, termasuk melalui kemitraan industri dan hilirisasi inovasi. “Kampus tak boleh hanya bergantung pada anggaran negara,” ujarnya.

Dengan semangat ITS Tangguh, Berdampak, dan Mendunia, ITS menyatakan optimistis dapat memperkuat perannya sebagai penggerak inovasi teknologi dan pembangunan berbasis pengetahuan menuju Indonesia Emas 2045. ITS juga menegaskan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas.