Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030 sebagai pijakan baru untuk mempercepat transformasi menuju kampus berbasis inovasi dan kewirausahaan. Renstra ini disebut menjadi kompas ITS dalam menentukan arah pengembangan institusi ke depan.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menegaskan bahwa pengembangan ITS tidak lagi berhenti pada capaian akademik. Menurutnya, ITS akan berfokus pada inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan bangsa, dengan penekanan pada hilirisasi riset bersama industri. “Untuk itu, saya tekankan hilirisasi riset dengan industri agar dapat menyelesaikan persoalan dan menciptakan nilai ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Bambang menyampaikan Renstra 2026-2030 disusun untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga krisis energi. Renstra tersebut mengusung tema besar RAISE yang diharapkan menjadi fondasi utama arah pertumbuhan ITS, sekaligus menegaskan komitmen ITS untuk memosisikan diri sebagai bagian dari solusi.
Dalam RAISE, ITS menetapkan sejumlah misi. Pertama, Relevant and Impactful Research yang menitikberatkan penguatan riset inovatif dan aplikatif sebagai solusi bagi kebutuhan masyarakat dan industri. Kedua, Academic Excellence and Global Reputation yang mendorong lahirnya lulusan unggul, berkarakter, dan kompetitif di tingkat internasional.
Selanjutnya, misi Innovation and Entrepreneurship diarahkan untuk membentuk ekosistem kewirausahaan berbasis hilirisasi hasil riset agar memiliki nilai tambah. Sementara nilai Sustainable Development menekankan dukungan infrastruktur dan tata kelola institusi yang modern serta adaptif sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.
Renstra ini juga memuat misi Excellence Governance yang menegaskan upaya perbaikan tata kelola keuangan, sarana prasarana, serta sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas. Bambang menyatakan ITS akan menguatkan riset aplikatif, inovasi teknologi, dan kolaborasi strategis.
Ia turut memaparkan capaian periode sebelumnya, dengan lebih dari 70 persen indikator kinerja berhasil dicapai dan/atau melampaui target. Meski demikian, ia menilai ITS masih perlu melakukan akselerasi, terutama dalam memperluas pengalaman global mahasiswa dan memperkuat ekosistem inovasi.
Melalui Renstra 2026-2030, ITS menargetkan penguatan posisi sebagai Global Impact University pada 2030, yakni perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. “Kami ingin ITS tidak hanya dikenal dari segi akademik, tetapi juga dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Bambang.
Untuk mendukung target tersebut, ITS merancang tiga pilar pengembangan, yakni ITS Tangguh, ITS Berdampak, dan ITS Mendunia. Pilar ini menjadi kerangka untuk memperkuat adaptasi terhadap perubahan global, meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat, dan memperluas jejaring internasional.
Pada aspek akademik, ITS akan memperkuat kurikulum berbasis teknologi dan kebutuhan industri guna menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompetitif secara global. Di sisi riset, arah pengembangan difokuskan pada hilirisasi dan komersialisasi inovasi agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi. Bambang menyebut langkah ini diharapkan menghadirkan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi inovasi.
Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS Dr Machsus ST MT menambahkan bahwa upaya tersebut perlu ditopang penguatan tata kelola dan kemandirian finansial. Ia menekankan pentingnya diversifikasi sumber pendanaan, termasuk melalui kemitraan industri dan hilirisasi inovasi. “Kampus tak boleh hanya bergantung pada anggaran negara,” ujarnya.
Dengan semangat ITS Tangguh, Berdampak, dan Mendunia, ITS menyatakan optimistis dapat memperkuat peran sebagai penggerak inovasi teknologi dan pembangunan berbasis pengetahuan menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen ini juga disebut selaras dengan dukungan ITS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan yang Berkualitas.