Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjalin kolaborasi strategis dengan PT PLN (Persero) untuk mengembangkan teknologi ketenagalistrikan masa depan yang berorientasi pada energi berkelanjutan. Kerja sama ini diarahkan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan dan pengalaman kedua institusi guna mendorong inovasi energi terbarukan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Rektor Itera I Nyoman Pugeg Aryantha dan General Manager PLN Puslitbang Mochamad Soleh. Melalui kesepakatan ini, kedua pihak akan memulai rangkaian penelitian bersama, termasuk optimalisasi sumber daya manusia serta pemanfaatan fasilitas laboratorium penelitian yang dimiliki masing-masing institusi.
Salah satu fokus kemitraan adalah pengembangan pusat riset dan hutan energi berbasis biomassa di wilayah Sumatera. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan sejumlah produk energi bersih, seperti biopellet, hidrogen, dan gas sintetis sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil.
Mochamad Soleh menyampaikan optimisme bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan industri dapat memperkuat ekosistem inovasi. Menurutnya, kolaborasi riset strategis dibutuhkan untuk menjawab tantangan kemandirian energi nasional pada masa mendatang.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi teknologi ketenagalistrikan yang berkelanjutan,” ujar Mochamad Soleh, Senin, 30 Maret 2026.
Selain itu, peta jalan riset bersama juga mencakup pengembangan bioenergi terintegrasi berbasis agroforestri kaliandra dan sorgum. Dalam rencana tersebut, teknologi biorefinery dan gasifikasi biomassa akan diterapkan untuk menghasilkan produk kimia terbarukan yang ramah lingkungan bagi kebutuhan industri.
Kolaborasi ini diharapkan turut mendorong percepatan transisi energi baru terbarukan di Indonesia. Itera menyatakan komitmennya untuk menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan oleh pelaku industri ketenagalistrikan nasional.