Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Boeing meluncurkan program Leadership BUILD sebagai upaya memperkuat ekosistem inovasi kedirgantaraan nasional melalui kolaborasi perguruan tinggi dan industri global. Program ini ditujukan bagi mahasiswa, alumni muda, serta perusahaan rintisan yang akan mendapat pendampingan langsung dari Boeing untuk mengembangkan gagasan hingga siap diimplementasikan.
Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan BUILD menjadi wujud sinergi yang diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan inovasi sampai tahap hilirisasi. Menurutnya, selama ini banyak calon pengusaha teknologi belum terhubung langsung dengan industri besar. Melalui BUILD, Boeing berperan sebagai “jangkar” yang menghadirkan mentor sekaligus membantu membangun ekosistem pendukung.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah tinggi di Indonesia, terutama di bidang kedirgantaraan yang mencakup spektrum teknologi luas, mulai dari sistem elektronik, material, bahan bakar berkelanjutan, hingga kenyamanan penumpang.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. M. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menilai kolaborasi ITB dan Boeing sebagai model ideal yang menghubungkan kebutuhan industri dengan pendidikan tinggi. Ia menyebut pendekatan tersebut dapat membuat pengembangan riset lebih relevan serta meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Menurut Fauzan, kedirgantaraan merupakan akar dari banyak inovasi teknologi. Ia menambahkan, kolaborasi semacam ini tidak hanya memperkuat riset, tetapi juga membuka peluang lahirnya perusahaan rintisan dan ekosistem industri baru. Program BUILD juga disebut akan mendorong integrasi kegiatan seperti magang, riset berbasis kebutuhan industri, hingga pengembangan material unggulan, termasuk potensi pemanfaatan sumber daya nasional seperti nikel untuk teknologi maju.
Managing Director Boeing Indonesia Indra Duivenvoorde menjelaskan, BUILD dirancang sebagai program pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan peserta dengan para ahli Boeing, mentor industri, serta ekosistem inovasi ITB. Program ini akan berlangsung hingga September 2026 dan mencakup lokakarya, sesi mentoring, bootcamp, serta inkubasi ide.
Indra menyatakan program tersebut berfokus pada pengembangan solusi di bidang kedirgantaraan dan pertahanan, termasuk teknologi keberlanjutan dan dampak sosial. Selain keterampilan teknis, BUILD juga ditujukan untuk membangun kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan kolaborasi lintas sektor.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengembangkan ide berbasis kebutuhan nyata industri untuk kemudian diuji dan disempurnakan. Tiga tim terbaik akan memperoleh total pendanaan sebesar 12.500 dolar AS serta dukungan pengembangan selama enam bulan di ITB.
Peluncuran BUILD Indonesia 2026 menegaskan komitmen kedua pihak dalam menyiapkan generasi inovator masa depan dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem kedirgantaraan global. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti di tingkat kampus, melainkan melahirkan inovasi dan perusahaan rintisan yang berdampak bagi masyarakat dan industri nasional.