BERITA TERKINI
ISP Tanggapi Target Kecepatan Fixed Broadband 2026, MyRepublic dan Biznet Klaim Siap Penuhi

ISP Tanggapi Target Kecepatan Fixed Broadband 2026, MyRepublic dan Biznet Klaim Siap Penuhi

Sejumlah penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) merespons target kecepatan internet fixed broadband yang ditetapkan pemerintah untuk 2026. Target tersebut termuat dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2025–2029.

Dalam dokumen itu, Komdigi menargetkan kecepatan fixed broadband Indonesia pada 2026 berada di kisaran 45 Mbps hingga 64 Mbps. Sementara itu, berdasarkan data Speedtest, Indonesia berada di peringkat 118 dunia untuk kecepatan fixed broadband dan menempati posisi kesembilan di Asia Tenggara, di bawah Laos dan Kamboja. Kecepatan fixed broadband Indonesia tercatat 44,38 Mbps, belum mencapai setengah dari target 100 Mbps.

Chief Technology Officer (CTO) PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) Hendra Gunawan menyatakan perusahaan siap memenuhi target tersebut. Menurutnya, MyRepublic telah menyediakan pilihan layanan dengan variasi kecepatan mulai 30 Mbps hingga 500 Mbps.

Namun, Hendra menyebut mayoritas pelanggan masih memilih paket 30 Mbps karena dinilai sudah mencukupi kebutuhan. Meski demikian, ia meyakini layanan Internet Rakyat MyRepublic Air yang menggunakan teknologi Fixed Wireless Access (FWA) dapat meningkatkan rata-rata kecepatan internet nasional bagi pelanggan MyRepublic.

“Karena untuk MyRepublic Air ini kan kecepatannya 100 Mbps dan harganya terjangkau hanya Rp100ribuan, sehingga kami yakin akan mendongkrak rata-rata kecepatan internet secara nasional,” kata Hendra, Selasa (14/4/2026).

Dari sisi lain, PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) juga menyatakan siap memenuhi target pemerintah. Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo mengatakan teknologi yang digunakan Biznet memungkinkan kecepatan internet hingga 1 gigabit per second (Gbps).

“Teknologi kita sudah memungkinkan untuk kecepatan internet mencapai 1 giga per second (gbps),” ujar Adrianto, Selasa (2/3/2026). Ia menambahkan, kapasitas 400 hingga 500 Mbps dinilai mudah untuk disalurkan kepada pelanggan.

Biznet juga menegaskan fokus perusahaan pada pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik yang kuat dan luas. Perusahaan mengklaim telah menyiapkan kapasitas jaringan di setiap cabang jauh lebih besar dari kebutuhan saat ini, bahkan disebut mencapai lebih dari 10 kali lipat.

Untuk layanan rumah, Biznet menawarkan paket mulai dari 100 Mbps seharga Rp150.000 per bulan. Sementara untuk kebutuhan lebih tinggi, termasuk bagi pengguna seperti gamer, tersedia paket hingga 500 Mbps untuk satu rumah.