Di tengah pergeseran global menuju pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam perdagangan saham secara real-time, sebagian broker ritel di Indonesia dinilai masih menggunakan sistem trading yang lebih lama. Kondisi ini berpotensi membuat keputusan investasi kurang selaras dengan situasi pasar yang sedang berlangsung, terutama ketika pergerakan harga berlangsung cepat dan volatil.
Di pasar yang lebih maju seperti Amerika Serikat, penggunaan data real-time, algoritma, serta analisis order flow telah menjadi standar dalam pengambilan keputusan investasi. Dalam konteks tersebut, keterlambatan informasi sekecil apa pun dapat berdampak pada hasil trading, mulai dari terlambat masuk posisi (entry) hingga keluar posisi (exit) yang tidak optimal.
Merespons perubahan tersebut, IPOT dari Indo Premier Sekuritas memperkenalkan pendekatan berbasis AI real-time dan indikator live. Melalui sejumlah fitur berbasis AI seperti AI Live, Bandar Action, LADI, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI), investor disebut dapat memantau aktivitas pasar dalam hitungan detik. Data yang sebelumnya tersaji terutama dalam bentuk angka juga diklaim dapat diolah menjadi insight yang lebih mudah dipahami.
Selain itu, aplikasi ini dilengkapi Live Order Book dan Order Queue yang ditujukan untuk meningkatkan transparansi pergerakan pasar. Fitur tersebut memungkinkan investor melihat dinamika permintaan dan penawaran secara langsung tanpa harus bertumpu pada asumsi atau spekulasi.
Pendekatan ini disebut mengubah cara investor mengambil keputusan. Jika sebelumnya keputusan kerap didasarkan pada opini, rumor, atau data yang tertunda, kini keputusan dapat mengacu pada kondisi pasar yang sedang terjadi.