BERITA TERKINI
IPB University Susun Strategi Penguatan Riset dan Inovasi Sosial untuk 2025

IPB University Susun Strategi Penguatan Riset dan Inovasi Sosial untuk 2025

Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Strategi Pengembangan Riset dan Inovasi Sosial pada 9 Januari 2025. Kegiatan berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting serta luring di Ruang Sidang Rektor I, Gedung Andi Hakim Nasoetion (AHN), Kampus IPB Dramaga.

FGD ini ditujukan untuk memperkuat riset sosial-humaniora (soshum) guna mendorong peningkatan riset dan inovasi sosial di lingkungan kampus. Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, membuka acara dengan menyoroti target publikasi IPB pada 2025 yang ditetapkan mencapai 2.700 publikasi Scopus.

Menurut Prof Ernan, pencapaian target tersebut memerlukan pemerataan kinerja riset, terutama pada bidang soshum yang dinilai masih menghadapi tantangan rendahnya produktivitas dan minat peneliti.

Direktur Riset dan Inovasi IPB University, Prof Sugeng Heri Suseno, menekankan perlunya integrasi riset dalam pengajaran serta penguatan kolaborasi lintas bidang. Ia juga menyoroti potensi sumber daya akademik IPB yang terdiri dari sekitar 1.500 dosen dan 30.000 mahasiswa.

Dalam sesi diskusi, narasumber utama Prof Hermin Indah Wahyuni dari Universitas Gadjah Mada menegaskan peran ilmu sosial sebagai katalisator inovasi ilmiah. “Ilmu sosial bukan sekadar pelengkap, tetapi elemen esensial dalam kebijakan publik yang holistik,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr Irfan Syauqi Beik, menambahkan pentingnya indikator dampak riset sosial agar kontribusinya terhadap masyarakat dapat terukur.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Prof Sofyan Sjaf, menggarisbawahi urgensi kolaborasi multidisiplin untuk menghasilkan solusi konkret atas persoalan sosial. Ia juga menekankan perlunya laboratorium lintas bidang guna memperkuat riset aksi, termasuk pengembangan Data Desa Presisi yang disebut sebagai model big data nasional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan sejumlah masukan dari peserta. Dr Widyastutik, Sekretaris Lembaga Riset Internasional Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Kawasan, mengusulkan penguatan data riset sosial. Sementara Prof Anna Fatchiya, Ketua Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, menekankan perlunya peningkatan skema riset untuk bidang sosial dan humaniora.

FGD ditutup dengan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain pelatihan metodologi riset sosial, penguatan kolaborasi antardepartemen, serta peningkatan pendanaan riset sosial. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mempercepat kontribusi riset sosial-humaniora dalam mendukung visi IPB University sebagai institusi riset terkemuka berkelas dunia.