BERITA TERKINI
IPB Kembangkan Teknologi Olah Metil Ester Sawit Menjadi Sukrosa Ester untuk Bahan Baku Kosmetik

IPB Kembangkan Teknologi Olah Metil Ester Sawit Menjadi Sukrosa Ester untuk Bahan Baku Kosmetik

Tim peneliti IPB University yang dipimpin Prof. Erliza Hambali mengembangkan teknologi pengolahan metil ester sawit menjadi sukrosa ester untuk aplikasi produk kosmetik. Inovasi ini ditujukan untuk menyediakan bahan baku lokal berkualitas bagi industri kosmetik, personal care, dan produk pembersih di Indonesia.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit di dalam negeri, sehingga pemanfaatannya tidak hanya bergantung pada ekspor komoditas mentah seperti Crude Palm Oil (CPO). Dalam rujukan yang dimuat di laman bpdp.or.id, Indonesia mencatat produksi minyak sawit mencapai 58 juta ton pada 2023, yang dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi.

Riset ini berfokus pada pengembangan proses produksi oleokimia sukrosa ester yang dapat digunakan pada berbagai produk perawatan diri, kosmetika, hingga produk pembersih. Sukrosa ester yang dihasilkan disebut berpotensi menjadi bahan baku fungsional dalam pembuatan losion, krim wajah, serta sabun, dengan tujuan penggunaan yang aman dan efektif untuk kebutuhan sehari-hari.

Pada tahun kedua penelitian, tim menyelesaikan tahap purifikasi, penggandaan skala produksi (scale up), serta analisis kinerja dan tingkat kepuasan konsumen terhadap produk. Proses pemurnian sukrosa ester dilakukan menggunakan pelarut seperti isobutanol dan etil asetat untuk memastikan kualitas produk akhir memenuhi standar industri kimia yang berlaku bagi bahan baku kosmetik.

Sejumlah temuan teknis juga dilaporkan. Katalis kalium karbonat (K2CO3) diidentifikasi sebagai jenis dan konsentrasi terbaik untuk sintesis sukrosa ester pada skala laboratorium. Penggunaan pengaduk jenis turbine menghasilkan sukrosa ester palmitat dan stearat dengan stabilitas busa serta nilai tegangan permukaan yang lebih unggul. Sementara itu, durasi pengadukan optimal ditetapkan selama 10 menit berdasarkan metode Comprehensive Performance Index-Analytic Hierarchy Process (CPI-AHP) untuk menjaga kualitas formulasi.

Dari sisi skala produksi, kapasitas ditingkatkan dari 2 liter per batch menjadi 20 liter per batch dengan penggunaan homogenizer pada kecepatan 6.000 rpm. Tim juga menyertakan analisis kelayakan finansial untuk pendirian industri sukrosa ester berbasis metil ester laurat, palmitat, dan stearat dengan kapasitas 20 ton per hari, yang dinilai layak direalisasikan.

Dalam proyeksi tersebut, kebutuhan investasi awal (Capital Expenditure/CapEx) diperkirakan sebesar Rp 53,7 miliar, dengan biaya operasional bulanan (Operational Expenditure/OpEx) sekitar Rp 5,5 miliar hingga Rp 9,6 miliar. Indikator keuangan yang disampaikan mencakup Net Present Value (NPV) pada kisaran Rp 44,5 miliar hingga Rp 53,0 miliar, Internal Rate of Return (IRR) 21–23 persen, Payback Period (PBP) 5,1–5,7 tahun, serta Profitability Index (PI) 2,5–2,7.

Selain aspek teknis dan finansial, riset ini juga mencakup strategi pemasaran digital melalui Instagram dan TikTok dengan dukungan kecerdasan buatan untuk optimasi konten promosi. Secara keseluruhan, rangkaian tahapan yang disusun—mulai dari pemurnian hingga strategi pemasaran—ditujukan untuk memberi gambaran bagi pelaku industri yang ingin mengadopsi teknologi sukrosa ester.