IPB University memberikan penjelasan mengenai keterlibatan kampus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah muncul kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB. Kampus menyatakan keterlibatannya diarahkan untuk mendukung penguatan sistem pemenuhan gizi nasional melalui pendekatan akademik.
Menurut pihak kampus, partisipasi IPB dalam program MBG merupakan bagian dari pengembangan Center of Excellence (COE) yang berfokus pada riset, inovasi, serta penguatan tata kelola pemenuhan gizi berbasis keilmuan. IPB menilai perguruan tinggi memiliki kapasitas untuk membantu pemerintah agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
IPB juga menegaskan pengelolaan dapur MBG tidak menggunakan anggaran pendidikan maupun dana operasional akademik kampus. Pengelolaan disebut dilakukan oleh holding company kampus melalui yayasan terpisah, sehingga aktivitas akademik dinyatakan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Penjelasan ini disampaikan menyusul kritik BEM KM IPB yang menilai keterlibatan institusi pendidikan dalam program MBG berpotensi mengganggu fungsi utama kampus sebagai lembaga pendidikan dan intelektual. Mahasiswa mempertanyakan kesiapan sumber daya kampus dan fasilitas pendidikan, serta kemungkinan terganggunya fokus dosen dan mahasiswa apabila kampus terlalu jauh dilibatkan dalam operasional program MBG.
Di sisi lain, pihak kampus menyebut kontribusi perguruan tinggi dapat dilakukan melalui pendekatan berbasis riset, termasuk dalam pengembangan standar gizi, tata kelola pangan, pengawasan kualitas, hingga inovasi sistem distribusi makanan. Kampus menilai dukungan akademik semacam itu dapat memperkuat pelaksanaan program di lapangan.
Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar. Namun, pelaksanaannya masih menuai sorotan publik karena sejumlah persoalan teknis di lapangan.
Dalam pernyataannya, BEM KM IPB meminta Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi besar-besaran sebelum memperluas implementasi program ke berbagai daerah dan institusi pendidikan. Mereka menilai model pelaksanaan yang seragam belum tentu sesuai dengan kondisi setiap wilayah.
Perdebatan mengenai pelibatan kampus dalam program MBG pun menjadi perhatian publik, terutama terkait upaya menyeimbangkan dukungan terhadap program sosial pemerintah dengan kebutuhan menjaga independensi serta fungsi utama institusi pendidikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.