BERITA TERKINI
Indosat Perkuat AI RAN dengan 5G, Dorong Jaringan Lebih Cepat dan Cerdas

Indosat Perkuat AI RAN dengan 5G, Dorong Jaringan Lebih Cepat dan Cerdas

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat penerapan Artificial Intelligence Radio Access Network (AI RAN) dengan konektivitas 5G, melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra global seperti Nvidia dan Nokia. Penguatan ini ditujukan untuk menghadirkan jaringan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki kemampuan komputasi dan kecerdasan yang lebih dekat dengan pengguna.

VP Head of Tech Strategic & Partnership Management IOH, Irwan Radius, mengatakan perkembangan kecerdasan buatan dalam dua tahun terakhir bergerak dari ranah digital menuju penggunaan yang berkaitan dengan aktivitas fisik. Menurutnya, AI mulai dimanfaatkan untuk berinteraksi secara langsung dengan manusia, misalnya melalui robot atau drone.

“Makanya, Indosat yang lakukan itu adalah fisikal AI karena AI yang kita minta itu kita kasih perintah sehingga memberikan output yang tidak hanya tulisan tapi bisa kita minta lakukan secara fisik,” ujar Irwan di Kantor Indosat Surabaya, Sabtu (28/2/2026).

Irwan menjelaskan kebutuhan interaksi langsung tersebut memerlukan jaringan yang lebih mumpuni. Ia menyebut jaringan saat ini dinilai belum cukup, sehingga dibutuhkan 5G untuk menyediakan koneksi yang lebih cepat, lalu dipadukan dengan AI agar respons dan stabilitas layanan meningkat.

“Jadi, ada 5G, ada AI, ini kita gunakan. Apa yang bisa kita rasakan manfaatnya? selain respon lebih cepat, delay latensinya lebih rendah, kemudian dari sisi stabilitasnya juga lebih bagus, dan ada satu lagi nih dengan ada AI, kita punya kecerdasan di jaringan itu dan kita punya komputasi yang bisa lebih dekat ke sisi pelanggan,” katanya.

Ia menambahkan, bila selama ini komputasi AI banyak berjalan di pusat data, maka melalui AI RAN kemampuan komputasi tersebut didekatkan ke pengguna. IOH juga menargetkan pengembangan AI yang dapat “berdiskusi” dengan pelanggan untuk berbagai kebutuhan.

Dalam contoh yang disampaikan, sektor pertanian dapat memanfaatkan AI untuk memantau perkembangan tanaman, termasuk mendeteksi perubahan warna daun yang dapat menjadi indikator perlunya pemupukan. Sementara pada peternakan, sensor dapat dipasang lalu dianalisis oleh AI untuk membantu pemantauan.

Menurut Irwan, penerapan 5G AI RAN juga berpotensi digunakan di sektor lain seperti kesehatan, serta industri yang mengoperasikan robotika. Ia menilai kombinasi respons cepat dan kecerdasan jaringan membuka ruang bagi berbagai skenario pemanfaatan.

“Respon cepat, terus ada kecerdasannya, itu salah satu use case yang kita bisa dapatkan dengan 5G plus AI. Contoh salah satu penggunaan 5G AI RAN ini kita lakukan sekarang dengan mengintegrasikan Sahabat AI,” ungkapnya.

IOH menyatakan telah berhasil melakukan panggilan menggunakan teknologi 5G AI RAN dari Barcelona ke Surabaya. Perusahaan menyebut kombinasi teknologi tersebut sebagai inovasi pertama yang hadir di Asia Tenggara.

Uji coba itu ditunjukkan melalui perintah suara dari jarak ribuan kilometer, dari Barcelona ke Surabaya, untuk memandu robot menjalankan instruksi. IOH juga hadir dalam Mobile World Congress (MWC) 2026 yang berlangsung di Barcelona pada 2–6 Maret 2026.