Indonesia Game Rating System (IGRS) kembali menjadi perhatian setelah diduga menjadi sumber kebocoran data yang memuat footage dan gameplay sejumlah game yang belum dirilis ke publik. Kebocoran tersebut disebut telah beredar di internet dan menampilkan materi yang semestinya masih bersifat rahasia dalam proses pengajuan rating.
Berdasarkan laporan Video Games Chronicle (VGC), salah satu konten yang bocor adalah footage dan gameplay game 007: First Light dengan durasi lebih dari satu jam. Rekaman yang beredar bahkan disebut menampilkan bagian akhir permainan, meski game tersebut belum diumumkan rilis resminya ke pasar.
Laporan yang sama juga menyebut adanya kebocoran gameplay dari Echoes of Aincrad garapan Bandai Namco. Materi yang beredar diklaim memperlihatkan sejumlah poin penting dari alur cerita game tersebut.
Tidak hanya itu, dua judul lain juga dilaporkan terdampak, yakni Assassin’s Creed: Black Flag Resynced milik Ubisoft serta Castlevania: Belmont Curse dari Konami. Namun hingga kini, belum ada footage yang dilaporkan beredar luas di internet terkait kedua game tersebut.
Selain konten game, kebocoran juga disebut mencakup data alamat email para pengembang yang terlibat dalam proses pengajuan rating melalui IGRS.
Situasi ini disebut menimbulkan kekecewaan bagi IO Interactive, pengembang 007: First Light. Pasalnya, sebagian alur cerita game bertema James Bond tersebut telah beredar lebih dari enam minggu sebelum jadwal rilis resminya pada 26 Mei 2026.
Di tengah sorotan tersebut, Nic McConnell, manajer Age Rating di Riot Games, menyampaikan pandangannya melalui utas di platform Bluesky. Ia menilai tim IGRS kemungkinan menghadapi keterbatasan sumber daya dalam menjalankan tugasnya.
“Saya juga ingin menambahkan, tim di IGRS menurut saya jumlahnya sedikit dan dibebani tugas yang sangat berat tanpa sumber daya yang memadai. Saya sempat bertemu dengan mereka setelah terus-menerus menghubungi mereka di Instagram selama berbulan-bulan tahun lalu, dan kesan saya adalah mereka adalah sekelompok orang baik yang sedang berusaha sebaik mungkin. Namun, seperti halnya ClassIn di Brasil, mereka harus berhadapan dengan waktu yang sangat terbatas,” tulisnya.
Hingga kini, pihak Indonesia Game Rating System belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran tersebut. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keamanan data dalam proses pengajuan rating game, terutama ketika materi yang diserahkan masih bersifat rahasia dan belum dipublikasikan.