BERITA TERKINI
Ide Ngabuburit Edukatif di Rumah agar Anak Tidak Terpaku pada Gadget

Ide Ngabuburit Edukatif di Rumah agar Anak Tidak Terpaku pada Gadget

Ngabuburit menjadi salah satu momen yang dinantikan selama bulan Ramadhan, termasuk bagi orang tua yang ingin memanfaatkan waktu menjelang berbuka untuk lebih dekat dengan anak. Namun di tengah kebiasaan digital saat ini, tidak sedikit anak yang cenderung menghabiskan waktu dengan gadget.

Padahal, ada berbagai kegiatan edukatif yang bisa dilakukan di rumah tanpa bergantung pada layar ponsel. Selain membantu mengurangi waktu bermain gadget, aktivitas-aktivitas ini dapat mempererat hubungan orang tua dan anak, sekaligus mendukung perkembangan kreativitas, keterampilan, dan nilai-nilai positif.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah membaca buku cerita Islami atau dongeng edukatif. Orang tua dapat memilih bacaan yang memuat pesan moral agar anak tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar tentang nilai kebaikan. Membacakan cerita dengan ekspresif dapat membuat anak lebih tertarik mengikuti alur cerita.

Ngabuburit juga bisa diisi dengan kegiatan memasak bersama. Anak dapat diajak menyiapkan menu berbuka sederhana, seperti es buah, kolak, atau camilan. Aktivitas ini dinilai dapat melatih keterampilan motorik, sekaligus mengajarkan tanggung jawab dan kerja sama. Orang tua disarankan memilih tugas yang aman dan sesuai usia anak.

Selain itu, waktu menjelang berbuka dapat dimanfaatkan untuk menghafal doa dan surat pendek. Orang tua dapat mengajak anak menghafal secara bertahap, dengan metode yang dibuat lebih menyenangkan, misalnya melalui nyanyian atau kuis kecil agar anak tidak cepat bosan.

Bagi anak yang menyukai aktivitas visual, menggambar dan mewarnai dapat menjadi pilihan. Orang tua dapat memberikan tema yang berkaitan dengan Ramadhan, seperti masjid, bulan sabit, atau suasana berbuka puasa. Kegiatan ini membantu anak menyalurkan imajinasi sekaligus mengasah kreativitas.

Alternatif lain adalah bermain permainan edukatif tanpa gadget. Permainan tradisional maupun board game sederhana seperti puzzle, ular tangga, lego, atau tebak kata dapat melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, dan interaksi sosial anak, tanpa perlu melibatkan layar.