Huawei memperkenalkan fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dirancang untuk membantu pengguna menentukan pose sebelum foto diambil. Berbeda dari fitur kamera berbasis AI yang umumnya bekerja setelah pemotretan—seperti peningkatan kualitas gambar atau efek beautify—fitur ini memberikan panduan secara real-time sebelum pengguna menekan tombol rana.
Melalui fitur tersebut, AI membaca situasi di depan kamera lalu menyarankan arahan pose yang dapat langsung diikuti. Panduan yang diberikan mencakup penyesuaian posisi tubuh, sudut wajah, hingga gestur tangan agar terlihat lebih natural. Dengan pendekatan ini, Huawei menekankan upaya mengoptimalkan hasil foto sejak awal, sehingga pengguna tidak perlu terlalu banyak mengulang pengambilan gambar atau melakukan penyuntingan berlebihan.
Huawei juga menyoroti kemampuan fitur ini yang adaptif terhadap kondisi pemotretan. AI disebut dapat menyesuaikan saran berdasarkan konteks, misalnya saat pengguna mengambil foto sendiri, foto bersama teman, atau berada di lokasi indoor maupun outdoor. Dalam skenario foto solo, arahan dapat berfokus pada ekspresi dan sudut tubuh, sementara untuk foto grup AI dapat membantu mengatur posisi agar komposisi terlihat seimbang. Ketika berada di tempat wisata, saran pose diarahkan agar subjek tetap selaras dengan latar belakang.
Kehadiran fitur ini menyasar pengguna yang merasa canggung atau kurang percaya diri di depan kamera, terutama di tengah budaya media sosial yang membuat foto menjadi bagian dari cara menampilkan diri. Dengan adanya arahan langsung, pengguna tidak perlu lagi menebak-nebak pose terbaik atau mencari referensi terlebih dahulu.
Dari sisi kepraktisan, fitur tersebut diklaim dapat mengurangi kebutuhan pengambilan foto berulang dan mempercepat proses menghasilkan foto yang sesuai keinginan. Huawei menilai inovasi ini menunjukkan pergeseran peran AI di kamera ponsel, dari sekadar “penyempurna” hasil menjadi “pemandu” saat proses pengambilan gambar.
Huawei menyebut tren ini berpotensi menjadi standar baru di industri smartphone, seiring meningkatnya kebutuhan pengguna terhadap kemudahan menghasilkan foto yang bagus, bukan hanya mengandalkan spesifikasi kamera tinggi.