Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah untuk menjawab berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat ia menerima kunjungan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, di Palembang, Kamis (7/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menekankan bahwa inovasi tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau wacana. Menurutnya, inovasi harus menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Inovasi tidak boleh hanya menjadi wacana, melainkan harus konkret dan berdampak luas dengan biaya yang efisien (low cost, high explosive),” ujarnya.
Ia menjelaskan, arah pengembangan riset dan inovasi di Sumatera Selatan difokuskan pada sejumlah isu strategis, di antaranya penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta penguatan ketahanan pangan.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi, BRIN bersama BRIDA Sumsel membentuk Rumah Inovasi Daerah yang terintegrasi dengan Science and Techno Park. Program ini diproyeksikan menjadi pilot project nasional dalam pengembangan inovasi daerah.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga terus memperkuat program 100.000 Sultan Muda untuk mencetak wirausaha muda kreatif berbasis inovasi. Program tersebut turut didukung melalui pendanaan corporate social responsibility (CSR).
Atas komitmen dalam pengembangan inovasi dan peningkatan daya saing daerah, Sumatera Selatan meraih penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) kategori tinggi.
Herman Deru menyatakan optimistis hilirisasi riset yang terus dikembangkan dapat mendorong Sumatera Selatan menjadi daerah percontohan nasional dalam menghadirkan inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.