Google menghadirkan pembaruan pada Gemini yang mempermudah pengguna saat berpindah dari layanan chatbot lain. Melalui fitur baru bernama Import memory, pengguna kini dapat membawa konteks dan preferensi dari riwayat percakapan sebelumnya ke Gemini.
Sebelumnya, perpindahan antar chatbot umumnya membuat pengguna harus memulai dari awal. Preferensi, gaya bertanya, hingga konteks percakapan lama tidak ikut terbawa, sehingga menyulitkan terutama bagi pengguna yang sudah lama membangun pola interaksi tertentu dengan chatbot yang mereka gunakan.
Dalam pembaruan ini, proses impor dibuat lebih sederhana. Pengguna dapat menekan tombol impor di Gemini, lalu sistem akan menghasilkan sebuah prompt khusus. Prompt tersebut kemudian ditempelkan ke chatbot lama, dan hasil responsnya disalin kembali ke Gemini untuk diproses dan disimpan sebagai preferensi.
Selain metode berbasis prompt, Gemini juga menyediakan opsi unggah file riwayat chat secara langsung. Format ZIP didukung hingga ukuran 5GB, sehingga memungkinkan pemindahan data percakapan dalam jumlah besar.
Setelah data berhasil diimpor, Gemini dapat menyesuaikan respons berdasarkan kebiasaan pengguna, termasuk pola interaksi, minat, dan preferensi yang terbawa dari platform lain. Namun, proses impor ini memiliki batasan: file proyek atau lampiran lain tidak ikut terbaca, sehingga yang dipindahkan pada dasarnya hanya konteks percakapan berbasis teks.
Kehadiran fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna memilih layanan chatbot. Dengan opsi memindahkan “memori” percakapan, pengguna tidak lagi sepenuhnya terikat pada satu platform karena khawatir harus mengulang penyesuaian dari awal.