BERITA TERKINI
Forum Riset dan Inovasi 2026 di Sumbawa Barat Tegaskan Sinergi Lintas Sektor untuk Transformasi Ekonomi

Forum Riset dan Inovasi 2026 di Sumbawa Barat Tegaskan Sinergi Lintas Sektor untuk Transformasi Ekonomi

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Forum Perangkat Daerah Urusan Riset dan Inovasi Tahun 2026 di Taliwang. Forum ini menempatkan penguatan arah kebijakan riset dan inovasi daerah sebagai hasil utama, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis inovasi yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BRIDA Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) I Gede Putu Aryadi sebagai narasumber, bersama para pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan kepala perangkat daerah lingkup Kabupaten Sumbawa Barat, inovator pemenang lomba inovasi daerah 2024 dan 2025, perwakilan sektor pendidikan dari PAUD hingga SMA, unsur akademisi, hingga lembaga riset seperti LPPM Universitas Cordova, LPPM Universitas Mataram, Dewan Riset Daerah, serta para penemu teknologi tepat guna dari DPMDes.

Forum dibuka Kepala BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat Mars Anugerainsyah. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian strategis dalam proses penyempurnaan Rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) sebagai bahan penyusunan Rancangan RKPD Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2027.

Dalam pemaparan bertema “Transformasi Masa Depan Sumbawa Barat”, disampaikan inovasi unggulan daerah berupa pengembangan klaster ekonomi baru pascatambang melalui demplot pertanian berteknologi tinggi di Balai Benih Utama Poto Tano. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru berbasis teknologi dan inovasi.

Sementara itu, I Gede Putu Aryadi memaparkan materi “Kebijakan Riset dan Inovasi Provinsi NTB”. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan riset dan inovasi difokuskan pada tiga prioritas, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan ekosistem industri, serta pengembangan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Aryadi juga menyampaikan Pemerintah Provinsi NTB telah mengembangkan 10 inovasi unggulan daerah sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian daerah. Ia menekankan peran strategis Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam memberikan perlindungan hukum atas invensi, meningkatkan nilai ekonomi inovasi, serta mendorong hilirisasi hasil riset. Menurutnya, penguatan perlindungan HaKI menjadi bagian penting dalam mendukung komersialisasi inovasi dan pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.

Pada sesi berikutnya, Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi (TAG-P3K) NTB Prayitno Basuki memaparkan kebutuhan riset dan inovasi untuk mendukung optimalisasi potensi daerah. Ia menjelaskan lima fokus pengembangan riset dan inovasi di NTB, yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan industrialisasi agromaritim, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, penguatan sumber daya manusia dan tata kelola, serta riset sebagai enabler transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghimpun masukan terkait penguatan ekosistem inovasi, kolaborasi antar lembaga, dan strategi hilirisasi hasil riset. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan kebijakan dan program pembangunan daerah ke depan.

Forum ditutup oleh Kepala BRIDA Kabupaten Sumbawa Barat dengan penegasan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antar pemangku kepentingan agar inovasi daerah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui forum ini, BRIDA berharap terwujud keselarasan arah kebijakan riset dan inovasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku inovasi untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah berbasis pengetahuan serta berdaya saing tinggi.