Penggunaan smartphone atau ponsel pintar kini menjadi bagian dari keseharian, termasuk di kalangan anak-anak. Meski membantu akses informasi dan komunikasi, durasi bermain gadget yang terlalu lama dinilai dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
Sejumlah informasi kesehatan menyebutkan anak dengan durasi penggunaan gadget yang tinggi cenderung kurang aktif bergerak karena lebih banyak menghabiskan waktu duduk atau berbaring. Kondisi ini disebut dapat menjadi salah satu pemicu utama obesitas pada anak.
Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Guru Besar Ilmu Gizi dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Tria Astika Indah Permatasari. Ia mengatakan peningkatan screen time atau waktu menatap layar secara berlebihan dapat menekan aktivitas gerak anak sehingga memicu obesitas pediatrik.
Prof. Tria juga menjelaskan gaya hidup menetap berpotensi menurunkan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin. Menurutnya, kebiasaan lebih banyak berdiam diri di dalam ruangan tanpa aktivitas fisik dapat mengurangi kemampuan tubuh merespons insulin dan memicu penyakit gula.
Selain rendahnya aktivitas fisik, ia menyoroti pengaruh paparan iklan makanan tinggi gula di platform digital terhadap pola konsumsi anak. Prof. Tria menilai produsen industri makanan perlu ikut bertanggung jawab karena kerap menampilkan kemasan dengan visual menarik yang dapat memengaruhi pilihan makanan.