Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mencatat capaian di bidang riset setelah dua dosennya memperoleh pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas tahun anggaran 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI).
Keberhasilan tersebut mengacu pada Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 180/KPA/C4/KPT/2026 tertanggal 8 April 2026. Capaian ini juga diperkuat melalui pengumuman resmi Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026 tertanggal 9 April 2026 yang memuat daftar penerima pendanaan berbagai program riset nasional.
Rektor UMJ, Ma’mun Murod, menyampaikan apresiasi atas perolehan pendanaan tersebut. Menurutnya, capaian ini menunjukkan komitmen UMJ dalam mendorong riset yang inovatif, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat serta dunia industri.
“Capaian ini mencerminkan komitmen UMJ dalam mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ma’mun Murod.
Dua dosen UMJ yang memperoleh pendanaan adalah Tri Yuni Hendrawati dan Hendri Mulyadi. Tri Yuni Hendrawati mengembangkan riset berjudul “Pengembangan Inovasi untuk Komersialisasi Ekstrak Aloe Vera dan Kosmetik Turunannya Skala IKM” dalam kategori Riset Ekonomi Biru berbasis rekayasa keteknikan.
Sementara itu, Hendri Mulyadi mengusung penelitian “Hilirisasi Produk Aplikasi Mobile Berbasis QR Code untuk Monitoring Aktivitas” yang berada dalam rumpun riset elektronik dan digital dengan pendekatan sosial humaniora berbasis penelitian lapangan.
Program pendanaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem riset nasional, terutama dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan industri.
Di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), capaian ini turut memperkuat posisi UMJ. Pada 2026, UMJ tercatat menempati peringkat ketiga dalam perolehan pendanaan hilirisasi riset, sejajar dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Dengan capaian tersebut, UMJ dinilai terus menunjukkan daya saing di tingkat nasional melalui kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat lewat riset yang berdampak.