PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) bersama pengembang kawasan BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mengembangkan pusat riset kecerdasan buatan (AI) dan robotik di BSD City, Tangerang. Inisiatif ini dikaitkan dengan strategi diversifikasi DSSA ke sektor teknologi yang dinilai berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan baru.
CEO PT DSST Mas Gemilang, Marlo Budiman, menyatakan pengembangan pusat riset AI tersebut merupakan implementasi awal dari strategi diversifikasi DSSA menuju teknologi masa depan. Menurutnya, integrasi AI dengan infrastruktur digital yang telah dimiliki perseroan berpotensi memperkuat fondasi operasional sekaligus mendorong transformasi digital bisnis ke depan.
Dalam kerja sama ini, pengembangan tidak hanya berfokus pada riset. Sebagai tahap awal implementasi, ASIX—anak usaha DSSA—menghadirkan Robot K9 untuk mendukung sistem keamanan di kawasan Biomedical Campus BSD City. Langkah ini menunjukkan solusi robotik mulai diarahkan untuk kebutuhan operasional kawasan modern dan pengembangan konsep smart city.
BSD City sendiri disebut terus memperkuat posisinya sebagai integrated smart digital city melalui pengembangan infrastruktur fiber optik, Internet of Things (IoT), sistem keamanan digital, serta layanan berbasis data. Kawasan D-HUB SEZ BSD City juga terhubung dengan pusat bisnis, pendidikan internasional, serta jaringan tol dan transportasi publik yang mendukung ekosistem teknologi dan ekonomi digital.
Dari sisi pasar, data sesi I pada 11 Mei 2026 menunjukkan saham DSSA berada di harga Rp1.205 atau turun 8,02% secara harian. Kapitalisasi pasar tercatat Rp232,13 triliun dengan PER 46,67 kali. Dalam 52 minggu terakhir, harga tertinggi berada di Rp4.720 dan terendah Rp1.175.
Secara keseluruhan, kolaborasi pengembangan pusat R&D AI dan robotik di BSD City mencerminkan langkah DSSA memperluas eksposur bisnisnya ke sektor AI dan teknologi digital. Proyek ini juga sejalan dengan upaya BSD City memperkuat ekosistem inovasi dan ekonomi digital di kawasan tersebut.