Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh melalui Bidang Perikanan mengoptimalkan penggunaan aplikasi XSTAR (Sistem Digital Surat Rekomendasi) dalam proses penerbitan rekomendasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan di wilayah setempat.
Optimalisasi ini disebut sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik untuk memastikan penyaluran BBM jenis Solar (JBT) tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Sistem tersebut menyasar nelayan kecil pemilik kapal di bawah 30 Gross Tonnage (GT) yang menjadi penopang sektor perikanan di Kota Banda Aceh.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, mengatakan penerapan aplikasi XSTAR menjadi solusi atas tantangan distribusi subsidi yang sebelumnya dilakukan secara manual. Menurutnya, peralihan ke sistem digital dapat memangkas birokrasi yang panjang sekaligus memberi kepastian agar kuota BBM subsidi diterima nelayan yang berhak.
“Dengan beralih ke aplikasi XSTAR, kita memangkas birokrasi yang panjang. Tujuan utama kita adalah memberikan kepastian bagi nelayan agar kuota BBM subsidi benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak,” ujar Iskandar, Selasa (31/3/2026).
DP2KP menilai penerapan sistem digital ini juga bertujuan meminimalkan risiko penyalahgunaan kuota di lapangan. Selain itu, sinkronisasi data dengan BPH Migas secara real-time disebut memungkinkan pemantauan stok yang lebih efektif di SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan).
Sejumlah manfaat yang disebut dapat dirasakan langsung oleh nelayan antara lain efisiensi waktu, kemudahan akses, serta kepastian operasional terkait kebutuhan bahan bakar.
Iskandar juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi nelayan. Ia mengimbau agar dokumen kapal tetap aktif, seraya menegaskan digitalisasi dilakukan untuk melindungi hak nelayan kecil agar kegiatan melaut dan produktivitas tangkapan tidak terkendala persoalan bahan bakar.