BERITA TERKINI
DLSS 5 Nvidia Jadi Sasaran Meme dan Kritik, Jensen Huang: Banyak Gamer Salah Paham

DLSS 5 Nvidia Jadi Sasaran Meme dan Kritik, Jensen Huang: Banyak Gamer Salah Paham

Teknologi grafis terbaru Nvidia, DLSS 5, ramai diperbincangkan di media sosial setelah menjadi sasaran berbagai lelucon internet atau meme. Sejumlah unggahan menyoroti perbandingan tampilan karakter gim sebelum dan sesudah fitur Deep Learning Super Sampling generasi kelima itu diaktifkan.

Dalam demonstrasi internal, Nvidia menampilkan bagaimana kualitas visual wajah karakter di beberapa gim—seperti Resident Evil Requiem, Hogwarts Legacy, Starfield, dan EA Sports FC—dapat ditingkatkan agar terlihat lebih realistis ketika DLSS 5 aktif. Namun, perbandingan tersebut justru memicu reaksi warganet yang membuat meme tentang perbedaan tampilan grafis saat DLSS aktif dan nonaktif.

Salah satu meme yang banyak beredar menggambarkan karakter Grace dari Resident Evil Requiem berubah menjadi kreator konten gaming Felix Lengyel alias “xQc” ketika DLSS 5 diaktifkan. Meme lain menampilkan karakter Patrick dari serial animasi SpongeBob Squarepants yang diubah menjadi manusia berkepala lonjong, serta Kratos dari God of War yang digambarkan menjadi badut saat DLSS 5 aktif.

Selain meme, sebagian pengguna juga melontarkan kritik. Mereka menilai DLSS 5 berpotensi membuat tampilan gim menjadi seragam dan terlihat khas AI, serta dikhawatirkan mengurangi identitas artistik akibat penggunaan Generative AI yang dianggap berlebihan. Ada pula yang membandingkan DLSS 5 dengan filter AI yang umum ditemui di media sosial seperti Instagram, Snapchat, dan TikTok.

Menanggapi gelombang meme dan kritik tersebut, CEO Nvidia Jensen Huang memberikan penjelasan dalam sesi tanya jawab di ajang GPU Technology Conference (GTC) 2026 di Amerika Serikat pekan ini. Huang menilai kritik terhadap DLSS 5 muncul karena kesalahpahaman tentang cara kerja teknologi tersebut.

Menurut Huang, DLSS 5 bukan sekadar efek pascaproses seperti proses rendering gim pada umumnya. Ia menyebut DLSS 5 sebagai sistem berbasis AI yang bekerja langsung pada level geometri dan tekstur di dalam gim.