Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dapat memanipulasi foto biasa menjadi konten asusila atau pornografi.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengatakan rekayasa digital semacam ini semakin canggih sehingga kerap sulit dibedakan dari foto asli. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko pencemaran nama baik dan pelanggaran privasi. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 19 Januari 2026.
Mugiya mengimbau warga agar tidak sembarangan mengunggah foto wajah berkualitas tinggi atau high definition (HD). Menurutnya, semakin jernih kualitas foto, semakin mudah sistem AI melakukan manipulasi.
Ia juga menyarankan penggunaan filter atau mengambil foto dari jarak lebih jauh sebagai langkah sederhana untuk mengurangi risiko penyalahgunaan. “Jangan anggap remeh unggahan foto wajah berkualitas HD. Teknologi AI bekerja optimal pada foto jernih. Gunakanlah filter atau ambil foto dari jarak jauh demi keamanan privasi,” kata Mugiya.
Ciri foto palsu hasil manipulasi AI
Diskominfo turut membagikan sejumlah ciri yang dapat membantu masyarakat mengenali foto hasil manipulasi AI, meski tampak nyata.
Pertama, perhatikan sorot mata dan tekstur kulit. Pada gambar hasil manipulasi, mata dapat terlihat tidak fokus atau tidak natural, sementara kulit tampak terlalu mulus menyerupai plastik.
Kedua, amati detail jari dan aksesori. AI disebut sering gagal merender tangan dengan sempurna, misalnya jumlah jari lebih atau kurang dari lima. Bentuk perhiasan juga dapat terlihat tidak simetris atau seolah “menembus” kulit.
Ketiga, cek latar belakang. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain pencahayaan yang tidak konsisten serta teks pada pakaian atau benda sekitar yang tampak acak dan sulit terbaca.
Langkah perlindungan
Untuk memperkuat perlindungan di ruang digital, masyarakat diimbau rutin mengecek pengaturan privasi di media sosial dan mematikan akses pihak ketiga terhadap data pribadi.
Jika meragukan keaslian sebuah gambar, Diskominfo menyarankan penggunaan alat deteksi gratis seperti hivemoderation.com, sightengine.com, atau truemedia.org.
Mugiya menegaskan pentingnya kontrol privasi sebagai bentuk perlindungan di era digital. “Mari kita jaga ruang digital Kota Tangerang agar tetap aman dan sehat. Kontrol privasi adalah perlindungan terbaik di era saat ini,” ujarnya.