Surabaya—Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng, mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempercepat hilirisasi riset inovasi agar segera dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Fauzan saat meninjau kesiapan sejumlah produk inovasi unggulan ITS yang dikembangkan untuk menjawab isu kelangkaan sumber energi dan elpiji di masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, Fauzan mengarahkan agar hasil inovasi ITS dapat segera dirilis ke pasar, termasuk inovasi kompor plasma dan motor listrik.
Fauzan menjelaskan, kompor plasma karya peneliti ITS berbeda dengan alat induksi konvensional. Inovasi ini memanfaatkan teknologi filamen yang menghasilkan energi panas menyerupai api sungguhan.
Menurut Fauzan, inovasi tersebut diharapkan dapat menekan subsidi energi nasional secara signifikan. “Dampaknya, subsidi energi dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya yang lebih produktif,” ujarnya saat kunjungan di ITS Science Techno Park (STP), Kamis (7/5).
Ia juga menekankan pentingnya inovasi tidak berhenti pada kecanggihan teknologi semata. Agar produk dapat terhilirkan secara optimal, penyesuaian aspek non-teknis perlu diperhatikan.
“Penting bagi seorang peneliti untuk tidak berjalan sendiri, sebab modelling financing, pemahaman perilaku konsumen, hingga kesiapan manufaktur skala besar harus turut diperhatikan,” tuturnya.
Untuk mendukung proses tersebut, Fauzan menyatakan Ditjen Risbang siap membuka ruang kolaborasi bagi para peneliti dalam penyempurnaan inovasi. Ia menyebut pihaknya akan menyiapkan skema konsorsium dengan mempertemukan pakar lintas bidang dan mitra terkait.
“Diperlukan konsorsium lintas disiplin, mulai dari elektronika, teknik fisika, hingga ekonomi dan hukum untuk mengawal regulasi serta hilirisasi produk,” terangnya.
Sejalan dengan itu, Wakil Rektor IV bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof Ir Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD, menegaskan komitmen ITS membangun sinergi triple helix. Ia menilai kehadiran kementerian dan lembaga investasi seperti Danantara dapat membantu menjembatani celah antara prototipe riset dan produk komersial.
Hatta juga memaparkan rekam jejak ITS dalam pengembangan kendaraan listrik nasional, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus listrik. Ke depan, ITS akan memfokuskan penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan unit baru maupun program konversi kendaraan bermotor bakar.
Dengan dukungan fasilitas laboratorium yang telah dipercaya pemerintah untuk sertifikasi dan pengujian, ITS menyatakan optimistis dapat mempercepat proses standarisasi industri sehingga inovasi siap diadopsi sektor industri dalam waktu dekat.