Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Sidang Terbuka Dies Natalis ke-67 pada Senin, 2 Maret 2026, di Aula Barat ITB Kampus Ganesha. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen ITB dalam mendorong kemandirian bangsa melalui penguatan riset dan inovasi.
Sidang terbuka tersebut dihadiri pimpinan dan anggota Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik (SA), dan Forum Guru Besar. Hadir pula pimpinan fakultas dan sekolah, sivitas akademika, mitra, serta berbagai pemangku kepentingan.
Ketua MWA ITB, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya tata kelola yang adaptif dan akuntabel untuk menjawab tantangan global. Ia menyampaikan bahwa ITB memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui sinergi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha, agar hasil riset dapat terhubung dengan kebutuhan industri dan kebijakan publik.
“Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi riset yang berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik ITB, Prof. Edy Tri Baskoro, M.Sc., Ph.D., menegaskan transformasi institusi perlu tetap berlandaskan mutu akademik. Menurutnya, kebebasan akademik, integritas ilmiah, dan standar kualitas yang tinggi menjadi fondasi untuk menjaga marwah ITB sekaligus memastikan kontribusi keilmuan yang relevan bagi pembangunan nasional.
Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dalam pidatonya menyampaikan arah strategis ITB menuju target peringkat 150 World University 2030. Ia menuturkan capaian itu bertumpu pada kualitas insan akademik serta penguatan substansi tridarma yang sejalan dengan visi “ITB Berdampak”.
“Melalui kolaborasi lintas disiplin, penguatan tata kelola, dan perluasan jejaring internasional, ITB diarahkan untuk terus menghadirkan solusi atas tantangan nasional di bidang industri, energi, dan kesehatan,” ujar Prof. Tata.
Dalam sidang yang sama, Direktur Riset dan Inovasi ITB, Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Hilirisasi dan Komersialisasi Riset dan Inovasi Bahan Alam Indonesia untuk Kemandirian Kesehatan”.