BERITA TERKINI
Dedi Mulyadi Nilai Anak Desa Cari Kayu Bakar Lebih Produktif Ketimbang Bermain Gadget

Dedi Mulyadi Nilai Anak Desa Cari Kayu Bakar Lebih Produktif Ketimbang Bermain Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti aktivitas anak-anak di pedesaan yang mencari kayu bakar untuk kebutuhan rumah tangga. Ia menilai kebiasaan tersebut dapat menjadi alternatif positif di tengah maraknya penggunaan gadget pada anak.

Pernyataan itu disampaikan Dedi dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok @dedimulyadiofficial. Dalam video tersebut, ia berada di dapur yang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan utama untuk memasak.

Dedi menegaskan penggunaan kayu bakar tidak berarti menebang pohon secara sembarangan. Ia menyebut kayu bakar yang digunakan berasal dari ranting kering atau dahan yang sudah tidak terpakai.

Menurutnya, pemanfaatan ranting kering lebih bermanfaat dibanding dibiarkan berserakan tanpa fungsi. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, langkah ini juga dinilai dapat mengurangi penggunaan gas sebagai sumber energi.

Ia menilai apabila upaya pengurangan penggunaan gas dilakukan secara luas, kebutuhan energi berbasis gas dapat ditekan, khususnya di wilayah pedesaan.

Lebih jauh, Dedi juga menyinggung keterlibatan anak-anak dalam aktivitas mencari kayu bakar. Ia menyayangkan kecenderungan anak-anak yang menghabiskan waktu dengan gadget atau permainan yang dinilai kurang produktif.

Menurut Dedi, kegiatan mencari kayu bakar membuat anak lebih aktif secara fisik dan waktunya terisi dengan hal yang dianggap positif. Ia menambahkan aktivitas sederhana tersebut dapat memberi nilai edukatif, termasuk membiasakan tanggung jawab dan produktivitas sejak dini.

Dedi berpandangan kehidupan produktif perlu dibangun sejak kecil agar anak tidak tumbuh dalam pola hidup pasif tanpa kontribusi nyata. Ia juga menilai aktivitas ini berpotensi mendukung kemandirian masyarakat desa dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mengurangi pengeluaran.

Di akhir pernyataannya, Dedi mengajak masyarakat memaknai kekayaan alam Indonesia secara positif. “Negeri ini kaya raya, tinggal bagaimana kita mensyukuri dan memaknainya,” ujarnya.