DE-CIX Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur digital nasional melalui partisipasi dalam APRICOT 2026 (Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies) yang tahun ini digelar di Jakarta, Februari 2026.
APRICOT merupakan konferensi tahunan yang berfokus pada teknologi dan operasional internet di kawasan Asia Pasifik. Pertama kali diselenggarakan pada 1996, forum ini berkembang menjadi ajang pertemuan komunitas teknis internet, operator jaringan, penyedia layanan internet (ISP), regulator, akademisi, serta pelaku industri digital.
Pada gelaran 2026, APRICOT menghadirkan rangkaian pelatihan teknis, workshop, tutorial, sesi konferensi, dan forum diskusi komunitas. Topik yang dibahas mencakup pengelolaan jaringan, keamanan siber, kebijakan internet, hingga ketahanan infrastruktur digital.
DE-CIX Indonesia, sebagai operator Internet Exchange (IX) yang netral dan independen, menilai APRICOT sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem interkoneksi regional. Partisipasi tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendorong praktik interkoneksi yang efisien, terbuka, dan berstandar global.
Melalui platform interkoneksi yang netral dan dapat ditingkatkan kapasitasnya (scalable), DE-CIX Indonesia menyatakan dapat membantu jaringan domestik dan internasional terhubung secara langsung. Interkoneksi yang optimal dikaitkan dengan peningkatan kualitas trafik lokal, penurunan latensi, peningkatan performa layanan digital, serta efisiensi biaya operasional bagi pelaku industri digital di Indonesia.
Direktur DE-CIX Indonesia, Thomas Dragono, mengatakan partisipasi perusahaan di APRICOT 2026 ditujukan untuk memperkuat interkoneksi lokal agar berdaya saing global dan berdampak pada kualitas layanan digital nasional. Ia juga menyebut kehadiran DE-CIX Indonesia dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital serta meningkatkan ketahanan internet Indonesia di tengah pertumbuhan trafik dari cloud, konten digital, dan pusat data yang kian pesat.
Seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kebutuhan infrastruktur internet yang terdistribusi dan andal dinilai semakin krusial. Dalam konteks ini, interkoneksi tidak hanya dipandang sebagai aspek teknis, tetapi juga komponen strategis yang berkaitan dengan stabilitas layanan publik, keamanan data, dan kualitas pengalaman digital masyarakat.
Dalam sesi penutupan APRICOT 2026 yang berlangsung pada 4–12 Februari, Director General APNIC Jia Rong Low menyampaikan apresiasi kepada APNOG dan pihak terkait atas terselenggaranya APRICOT di Jakarta setelah absen 19 tahun dari Indonesia. Ia menilai partisipasi global dalam konferensi tersebut memperkuat kolaborasi komunitas internet dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang lebih terbuka dan resilien.
Melalui partisipasi aktif di APRICOT 2026, DE-CIX Indonesia menyatakan terus mempertegas perannya sebagai penghubung antara Indonesia dan komunitas internet Asia Pasifik, sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem digital nasional yang lebih tangguh, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.
DE-CIX Indonesia merupakan bagian dari ekosistem global DE-CIX yang menyediakan layanan interkoneksi netral dan berkinerja tinggi untuk mendukung pertumbuhan internet serta ekonomi digital di Indonesia.