Penggunaan gadget pada anak dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua terkait dampaknya terhadap kesehatan mental dan tumbuh kembang anak.
Paparan layar yang berlebihan disebut dapat mengganggu perkembangan emosi. Anak berpotensi menjadi lebih mudah marah dan mengalami kesulitan mengontrol perasaan.
Selain aspek emosi, kecanduan gadget juga dinilai dapat menurunkan kemampuan bersosialisasi. Anak cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar, sementara berkurangnya interaksi langsung dapat membuat anak kesulitan memahami empati. Dampak ini dikhawatirkan memengaruhi hubungan sosial mereka di masa depan.
Penggunaan gadget yang berlebihan turut berpengaruh pada kualitas tidur. Anak dapat tidur lebih larut karena terlalu lama bermain atau menonton, yang kemudian memicu kelelahan dan menurunkan konsentrasi. Kondisi tersebut dapat terlihat pada prestasi belajar yang menurun.
World Health Organization menyebut paparan layar berlebih dapat memengaruhi kesehatan mental anak dan menyarankan pembatasan waktu layar sesuai usia. Sementara itu, American Academy of Pediatrics menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget serta mendorong interaksi langsung dalam keluarga.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan risiko kecemasan pada anak yang menggunakan gadget secara berat. Anak dinilai lebih rentan merasa gelisah ketika jauh dari perangkat. Karena itu, orang tua dipandang memegang peran penting dalam mengontrol penggunaan gadget, termasuk menerapkan pembatasan waktu layar secara konsisten.
Untuk membantu menjaga kesehatan mental anak, orang tua dapat mengajak anak melakukan aktivitas fisik dan memperkuat interaksi keluarga. Dengan pengawasan yang tepat, penggunaan gadget tetap dapat memberikan manfaat, namun keseimbangan disebut menjadi kunci dalam mendukung tumbuh kembang anak.