BERITA TERKINI
Cerita Guru di Jakarta: Dampak Gadget pada Anak dan Langkah Orang Tua Mengendalikannya

Cerita Guru di Jakarta: Dampak Gadget pada Anak dan Langkah Orang Tua Mengendalikannya

Penggunaan gawai atau gadget pada anak kerap dianggap sebagai cara cepat membuat anak senang. Namun, tidak semua keinginan anak perlu dipenuhi, terutama jika berisiko memunculkan dampak jangka panjang. Penggunaan gadget yang tidak terkendali disebut dapat mengubah kebiasaan, karakter, hingga kondisi mental anak.

Hal itu disampaikan Anggota Majelis Dikdasmen PWM DKI Jakarta, Dr HM Fahmi Akbar MA, dalam Kajian Ahad Pagi bertema Selamatkan Anak dari Bahaya Gadget di Masjid Al Huda Cipinang Kebembem, Jakarta Timur, Minggu (19/4/2026). Fahmi, yang juga guru sekaligus kepala sekolah negeri di DKI Jakarta, membagikan pengalaman yang ia temui saat masa kebijakan pembelajaran jarak jauh.

Dalam ceritanya, Fahmi menyebut ada seorang siswa kelas 1 SD yang berulang kali menurunkan celana teman perempuannya di kelas. Pihak sekolah kemudian memanggil anak tersebut untuk menanyakan alasan perbuatannya. Anak itu mengaku meniru tindakan yang sering ia lihat dari gadget milik orang tuanya.

Fahmi juga menyinggung keberadaan konten video, khususnya di YouTube, yang menampilkan adegan serupa dalam bentuk kartun singkat. Konten semacam itu kerap dikemas seperti humor, lengkap dengan efek suara tawa saat adegan terjadi. Anak yang menonton pun bisa ikut tertawa tanpa memahami bahwa tindakan tersebut merupakan perbuatan buruk.

Berangkat dari pengalaman itu, Fahmi menekankan perlunya upaya orang tua untuk melindungi anak dari dampak negatif gadget. Ia menyampaikan beberapa langkah yang dapat dilakukan keluarga.

Pertama, membuat kesepakatan dengan anak terkait penggunaan gadget. Menurutnya, kesepakatan penting untuk melatih tanggung jawab. Dalam kajian tersebut turut dikutip pesan Ali ‘Imran ayat 159 yang menekankan sikap lemah lembut, memaafkan, dan bermusyawarah dalam urusan penting.

Kedua, membangun keterbukaan dan melatih kejujuran. Fahmi menilai pengaruh gadget perlu dikendalikan dengan kejujuran. Ia mengutip hadis riwayat Bukhari yang menekankan pentingnya berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan.

Ketiga, orang tua diminta berani menjelaskan dampak jangka panjang dari penggunaan gadget yang tidak terkontrol. Dalam kajian itu juga dikutip Ar-Rum ayat 41 tentang munculnya kerusakan akibat perbuatan manusia, sebagai pengingat agar kembali ke jalan yang benar.

Melalui kajian tersebut, Fahmi mengajak orang tua lebih waspada terhadap konten yang dikonsumsi anak, sekaligus menegaskan bahwa pendampingan, kesepakatan, dan komunikasi menjadi kunci untuk mengendalikan penggunaan gadget di lingkungan keluarga.