BERITA TERKINI
CEO Cloudflare: Lalu Lintas Bot Diproyeksikan Melampaui Manusia di Internet pada 2027

CEO Cloudflare: Lalu Lintas Bot Diproyeksikan Melampaui Manusia di Internet pada 2027

CEO Cloudflare, Matthew Prince, memprediksi lalu lintas bot di internet akan melampaui lalu lintas yang dilakukan langsung oleh manusia pada 2027. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi SXSW di Austin pekan ini, sebagaimana dilaporkan TechCrunch pada Kamis (19/3).

Menurut Prince, dominasi bot di internet berpotensi terjadi seiring pesatnya pertumbuhan kecerdasan artifisial (AI), terutama AI generatif. Ia menjelaskan, penggunaan web oleh bot meningkat karena bot dapat mengunjungi lebih banyak situs untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang diajukan pengguna melalui chatbot.

Prince memberi contoh perbedaan skala penelusuran antara manusia dan bot saat melakukan tugas tertentu. Jika seseorang berbelanja kamera digital, ia mungkin mengunjungi sekitar lima situs web. Namun, agen atau bot yang menjalankan tugas serupa dapat mengunjungi jumlah situs yang jauh lebih besar. “Jika manusia melakukan suatu tugas — misalnya Anda berbelanja kamera digital — dan Anda mungkin mengunjungi lima situs web. Agen Anda atau bot yang melakukan itu sering kali akan mengunjungi 1.000 kali lebih banyak situs daripada yang akan dikunjungi manusia sebenarnya,” kata Prince.

Ia menambahkan, dalam skenario tersebut bot dapat mengunjungi hingga ribuan situs. “Jadi mungkin akan mengunjungi 5.000 situs. Dan itu adalah lalu lintas nyata, dan itu adalah beban nyata, yang harus ditangani dan diperhitungkan oleh semua orang,” ujarnya.

Prince juga menyebut bahwa sebelum era AI generatif, kontribusi lalu lintas bot di internet diperkirakan sekitar 20 persen, dengan bot terbanyak berasal dari Google sebagai yang terbesar. Di luar itu, lalu lintas bot juga datang dari bot milik penipu dan pelaku kejahatan.

Dengan meningkatnya AI generatif dan kebutuhannya terhadap data, Prince mengatakan pihaknya melihat tren kenaikan lalu lintas bot. “Dengan meningkatnya AI generatif, dan kebutuhannya yang tak pernah puas akan data, kita melihat peningkatan di mana kita menduga bahwa, pada 2027, jumlah lalu lintas bot daring akan melebihi jumlah lalu lintas manusia yang online,” kata Prince.

Menghadapi perubahan tersebut, Prince menilai diperlukan pengembangan teknologi baru, seperti sandbox untuk agen AI yang bisa diaktifkan secara instan dan dihentikan setelah tugas selesai. Teknologi semacam itu, menurutnya, dapat digunakan ketika konsumen meminta agen AI melakukan pekerjaan tertentu atas nama mereka, misalnya merencanakan liburan.

Ia membayangkan akan ada saatnya jutaan “wadah uji coba” untuk agen AI dibuat setiap detik. Namun, penggunaan internet oleh bot dalam skala besar juga akan menuntut infrastruktur fisik berupa pusat data dan server.

Prince, yang memimpin perusahaan penyedia infrastruktur internet, menyatakan layanan Cloudflare dapat menjadi solusi untuk menangani lalu lintas bot AI yang tidak diinginkan. Ia mengatakan skala layanan Cloudflare secara global memberi perusahaan kemampuan untuk memantau evolusi internet dan tantangan yang muncul cepat di era AI generatif.

Ia menekankan pergeseran lalu lintas internet, menurutnya, tidak bisa dihindari—serupa dengan perubahan kebiasaan akses internet dari dominasi komputer pribadi (PC) ke ponsel pintar. “AI adalah pergeseran platform lain… cara Anda mengonsumsi informasi akan sepenuhnya berbeda,” kata Prince.