BERITA TERKINI
Bripka Rudi Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 Usai Hadirkan Internet dan Listrik Surya di Pedalaman Kaltara

Bripka Rudi Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 Usai Hadirkan Internet dan Listrik Surya di Pedalaman Kaltara

Pengabdian Bripka Rudi sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Long Sule dan Long Pipa, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, disebut membawa dampak besar bagi warga setempat. Selama bertugas di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau, ia menghadirkan akses internet serta layanan listrik berbasis panel surya untuk masyarakat.

Atas kiprahnya tersebut, Bripka Rudi diusulkan menjadi kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh Mohamad Ari, seorang guru SMA di Desa Long Sule. Dalam testimoninya, Ari menilai Bripka Rudi telah mengabdi lebih dari satu dekade di wilayah yang masih minim infrastruktur, termasuk tidak adanya akses listrik, internet, dan jalan.

Dalam keterangannya, Ari mengatakan sebelumnya warga tidak memiliki akses jalan dan internet. Menurutnya, Bripka Rudi mampu menyediakan layanan internet dan turut berjasa menghadirkan listrik melalui panel surya. Ari juga menyebut tidak banyak anggota Polri yang bersedia bertahan dan mengabdi di daerah pedalaman selama sekitar 16 tahun seperti yang dilakukan Bripka Rudi.

Selain membantu akses komunikasi dan energi, Ari menyampaikan Bripka Rudi juga aktif mendukung kegiatan pendidikan. Di sekolah, Bripka Rudi disebut rutin menjadi pembina kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Paskibra, serta bersinergi dengan pihak sekolah dalam kegiatan pembinaan.

Bripka Rudi sebelumnya tercatat sebagai kandidat Hoegeng Corner 2025. Ia menyampaikan dirinya menjadi Bhabinkamtibmas di Desa Long Sule dan Long Pipa sejak 2011. Kedua desa tersebut berada di Kecamatan Kayan Hilir, dikelilingi pegunungan, dan disebut hanya dapat dijangkau dengan pesawat perintis.

Menurut Bripka Rudi, kondisi geografis desa berada di tengah hutan dan belum teraliri listrik PLN. Warga selama ini mengandalkan aki dan panel surya. Ia juga menggambarkan keterbatasan akses darat dari Kabupaten Malinau serta tingginya harga kebutuhan di wilayah perbatasan.

Bripka Rudi mengatakan penerbangan perintis dari dan ke wilayah tersebut beroperasi pada hari Senin, Rabu, dan Kamis, dengan harga tiket sekitar Rp 600 ribu. Ia menyebut keterbatasan transportasi kerap menyulitkan warga ketika harus mengurus administrasi ke kantor kecamatan maupun kabupaten, sehingga ia membantu menghubungkan kebutuhan layanan seperti pembuatan SKCK atau keperluan lain ke Polsek.

Ia juga menceritakan awal penugasannya. Setelah ditempatkan di Polsek Kayan Hilir pada 2010, ia mengetahui ada dua desa yang terpisah dan harus ditempuh dengan pesawat. Saat mengantar logistik Pilkada 2010 ke wilayah tersebut, ia berbincang dengan warga yang kemudian meminta kehadiran polisi karena disebut sudah lama tidak ada petugas di sana. Sejak itu, ia menetap dan bertugas di kedua desa tersebut.

Tantangan lain yang ia hadapi adalah akses jalan. Bripka Rudi mengaku pernah mencarter pesawat untuk membawa motor dinas ke lokasi dengan biaya Rp 18 juta, yang ia kumpulkan selama beberapa bulan. Ia menyebut kondisi jalan di desa lebih banyak berupa jalan setapak sehingga mobilitas sering dilakukan dengan berjalan kaki.

Untuk mengatasi ketiadaan jaringan seluler, Bripka Rudi memasang jaringan internet berbasis satelit di kedua desa dengan biaya pribadi. Ia menyampaikan pemasangan dilakukan sejak 2016, dengan total biaya yang ia dan keluarganya keluarkan sekitar Rp 60 juta, termasuk pembelian perangkat, baterai, dan panel surya. Ia mengatakan biaya bulanan diupayakan dari iuran warga dengan harga terjangkau, dan jika kurang ia menutupnya.

Di bidang pembinaan generasi muda, Bripka Rudi menyebut rutin menyambangi sekolah setiap pekan untuk memberikan sosialisasi terkait bahaya narkoba, kenakalan remaja, serta pelatihan baris-berbaris. Sementara itu, terkait pembangunan akses darat, ia mengatakan pemerintah kabupaten telah mulai melakukan pekerjaan pembangunan jalan, namun jalurnya belum mencapai Desa Long Sule dan Long Pipa.