BERITA TERKINI
BRIN Tinjau TPS3R Desa Baktiseraga untuk Kajian Gerakan Bali Bersih Sampah

BRIN Tinjau TPS3R Desa Baktiseraga untuk Kajian Gerakan Bali Bersih Sampah

Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan kajian ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini merupakan bagian dari kajian implementasi program Gerakan Bali Bersih Sampah yang dilakukan di sejumlah titik di Bali.

Analis Kebijakan BRIN, Argo Nugroho, menyampaikan bahwa kajian tersebut bertujuan mengumpulkan data lapangan terkait pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Menurutnya, persoalan sampah di Bali dinilai memiliki urgensi tinggi, tidak hanya dari sisi kesehatan dan kebersihan, tetapi juga terkait keberlanjutan sektor pariwisata serta citra Bali sebagai destinasi internasional.

Argo menjelaskan, Kabupaten Buleleng dipilih sebagai salah satu lokasi kajian karena dinilai mewakili wilayah pesisir utara sekaligus memiliki karakteristik pedesaan. Data yang dihimpun dari lokasi ini diharapkan menjadi dasar analisis untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga implementatif dan tepat sasaran.

Sebelum meninjau TPS3R, tim BRIN disebut telah melakukan diskusi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, pengelola TPS3R, serta pengelola pasar. Dalam diskusi tersebut, salah satu sorotan adalah pentingnya peran sektor hulu dalam pengelolaan sampah, terutama melalui edukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Dalam kunjungan ke TPS3R Desa Baktiseraga, BRIN menilai pengelolaan sampah di lokasi itu sudah berjalan cukup baik dan stabil, khususnya untuk pengolahan sampah organik. TPS3R setempat juga memanfaatkan teknologi pengolahan, termasuk penggunaan alat hibah untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

Kompos yang dihasilkan disebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional TPS3R, tetapi juga dapat memberikan tambahan insentif bagi para pekerja. Meski demikian, BRIN menilai masih terdapat potensi pengembangan, terutama terkait peningkatan kapasitas layanan, baik melalui perluasan cakupan wilayah maupun peningkatan kapasitas fasilitas agar manfaat pengelolaan sampah dapat dirasakan lebih luas.

Ke depan, BRIN berharap ada kontribusi teknologi pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan instansi terkait di tingkat kabupaten, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup. Menurut BRIN, pengelolaan sampah membutuhkan dukungan lintas aspek, mulai dari anggaran, sumber daya manusia, hingga teknologi.

Melalui kajian ini, BRIN menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan dapat diterapkan secara efektif oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng maupun Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung terwujudnya Bali yang bersih dan berkelanjutan.