BERITA TERKINI
BRIN Sosialisasikan Skema Pendanaan RIIM Kompetisi untuk Dorong Riset Multitahun

BRIN Sosialisasikan Skema Pendanaan RIIM Kompetisi untuk Dorong Riset Multitahun

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi menggelar sosialisasi skema Pendanaan Riset dan Inovasi Indonesia Merah Putih (RIIM) Kompetisi. Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Kamis (07/05) ini bertujuan memberikan informasi mengenai pedoman baru, mekanisme pendanaan, serta persyaratan bagi para pengusul.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi (FRI) BRIN Agus Haryono menjelaskan, RIIM Kompetisi menggunakan skema pendanaan multiyears dengan durasi maksimal tiga tahun. Dalam skema ini, periset dapat mengusulkan besaran pendanaan sesuai kebutuhan nyata riset yang diajukan.

Agus juga menyampaikan bahwa pendaftaran RIIM Kompetisi tahun ini dibuka dalam dua gelombang atau batch, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dibuka sepanjang tahun. Ia mendorong para peneliti memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menyiapkan proposal sebaik mungkin.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menegaskan BRIN tidak bekerja sama dengan mitra swasta mana pun dalam proses pengadaan atau penyiapan proposal. Seluruh jalur pendaftaran, kata dia, dilakukan secara resmi melalui sistem di BRIN dan tidak dipungut biaya. BRIN mengimbau peneliti berhati-hati terhadap pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari program tersebut.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP Kementerian Keuangan RI Ayom Widipaminto menyatakan LPDP saat ini mengelola dana abadi penelitian dengan total Rp13,99 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp900 miliar dialokasikan per tahun, dan saat ini tersedia Rp2,7 triliun yang siap dimanfaatkan. Namun, realisasi pemanfaatan dana abadi penelitian disebut baru mencapai Rp300 miliar.

Ayom mendorong para periset memanfaatkan fasilitas pendanaan yang tersedia untuk memperkuat ekosistem riset di Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi BRIN dan LPDP telah diakses oleh lebih dari 10.000 periset. LPDP, menurutnya, berkomitmen melanjutkan sinergi dengan BRIN agar akses semakin luas dengan tetap menjaga standar kualitas. Untuk riset yang memerlukan peralatan laboratorium khusus, LPDP mendorong koordinasi agar infrastruktur laboratorium dapat terintegrasi dengan perencanaan pendanaan.

BRIN menyatakan harapannya agar RIIM Kompetisi melahirkan lebih banyak ide inovatif dari peneliti Indonesia yang bermanfaat bagi masyarakat dan memiliki dampak terukur. Program yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini ditujukan sebagai dukungan pendanaan bagi institusi atau lembaga riset untuk mengakselerasi kebaruan (novelty), mendorong invensi, serta terobosan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki keunggulan kompetitif.

RIIM Kompetisi tahun ini bersifat terbuka untuk berbagai bidang iptek. Secara umum, bidang yang didorong meliputi ketahanan pangan—antara lain teknologi pascapanen, pemuliaan tanaman, dan diversifikasi pangan—serta energi dan manufaktur, termasuk pengembangan energi terbarukan dan kemandirian industri.