BERITA TERKINI
BRIN Kukuhkan Lima Profesor Riset, Dorong Inovasi untuk Pembangunan Nasional

BRIN Kukuhkan Lima Profesor Riset, Dorong Inovasi untuk Pembangunan Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima profesor riset dari berbagai bidang kepakaran dalam sidang terbuka yang digelar di Auditorium BRIN, Jakarta, Selasa (31/3).

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyatakan BRIN memiliki peran strategis sebagai pilar riset, penggerak inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kemajuan bangsa.

Menurut Amarulla, lima profesor riset yang dikukuhkan terdiri atas empat peneliti ahli utama dan satu perekayasa ahli utama. Kelimanya dinilai memiliki rekam jejak unggul serta kontribusi signifikan di bidang masing-masing.

Kelima profesor riset tersebut meliputi Prof Numan Muryana dari Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN yang mengusung model orkestrasi ekosistem untuk kesejahteraan sosial inklusif di Indonesia. Prof Robert Asnawi meneliti transformasi agribisnis ubi kayu sebagai sumber pangan alternatif berkelanjutan.

Selanjutnya, Prof Taslim Alifini mengembangkan indeks daya dukung ekologi terumbu karang untuk memperkuat tata kelola ruang laut berbasis ekosistem di tingkat nasional. Prof Nunggul Yudono Setio Hadi Nugroho meneliti transformasi daerah aliran sungai menuju lanskap regeneratif melalui pendekatan sosio-teknis berbasis daya dukung lingkungan.

Adapun Prof Aprijanto, dari bidang teknologi hidrodinamika, mengembangkan integrasi kecerdasan buatan dan sistem pemantauan untuk meningkatkan ketahanan kawasan pesisir dan pelabuhan.

Amarulla menambahkan, pengukuhan kali ini juga dinilai istimewa karena melibatkan seorang perekayasa yang diangkat menjadi profesor riset. Hal itu disebut mencerminkan kolaborasi erat antara peneliti dan perekayasa dalam menghasilkan inovasi.

Ia menegaskan pengukuhan profesor riset bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk menghasilkan karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat. Para profesor riset juga diharapkan menjunjung tinggi etika keilmuan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan solusi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Dengan pengukuhan tersebut, jumlah profesor riset BRIN kini mencapai 100 orang. Capaian ini disebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah riset global.