BERITA TERKINI
BRIN Gandeng PT IBIS Kembangkan Varietas Nila Unggul untuk Dorong Produktivitas Budidaya

BRIN Gandeng PT IBIS Kembangkan Varietas Nila Unggul untuk Dorong Produktivitas Budidaya

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan PT Indohatchery Bangun Insan Sejahtera (IBIS) untuk mengembangkan varietas unggul ikan nila industri. Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian bertajuk Perakitan Varietas Unggul Ikan Nila Industri: Karakterisasi Fenotipik yang berlangsung di Kawasan Sains dan Teknologi Ir. Soekarno.

Kepala Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Fahrurrozi, menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti pada tahap penelitian, melainkan dapat diterapkan langsung di sektor industri. “Riset harus mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata agar inovasi bisa diimplementasikan dan memberi dampak luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, sinergi dengan mitra industri menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil riset sekaligus mempercepat adopsi teknologi di sektor perikanan budidaya.

Dari pihak industri, Direktur Utama PT IBIS, Endang Nurikhwan, mengatakan kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas menjadi alasan utama kerja sama tersebut. Ia menilai produktivitas yang optimal tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. “Peningkatan produktivitas akan berdampak langsung pada daya saing usaha sekaligus mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Endang juga menyebut industri masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan performa produksi, sehingga dukungan riset dinilai penting untuk menghadirkan solusi berbasis inovasi.

Sementara itu, peneliti BRIN Estu Nugroho menjelaskan keberhasilan budidaya ikan nila ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kualitas benih, kondisi air, dan pakan. Dari ketiganya, pengembangan benih unggul menjadi fokus riset saat ini.

Ia memaparkan pengembangan varietas unggul diawali dengan identifikasi karakter fenotip sesuai kebutuhan industri, kemudian dilanjutkan melalui proses hibridisasi dan peningkatan kualitas induk. Melalui pendekatan tersebut, varietas ikan nila yang dihasilkan diharapkan memiliki pertumbuhan lebih cepat, daya adaptasi tinggi, serta mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan dalam sistem budidaya intensif.

Kolaborasi BRIN dan PT IBIS menegaskan pentingnya integrasi antara riset dan industri dalam pengembangan sektor perikanan budidaya. Dengan dukungan inovasi berbasis sains, pengembangan varietas unggul ikan nila diharapkan dapat meningkatkan produksi, mendorong kesejahteraan pelaku usaha, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.