BERITA TERKINI
BRIN Dorong Sinergi Riset Alutsista untuk Perkuat Penguasaan Teknologi Pertahanan

BRIN Dorong Sinergi Riset Alutsista untuk Perkuat Penguasaan Teknologi Pertahanan

Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amarulla Octavian mendorong penguatan sinergi riset alat utama sistem pertahanan (alutsista) guna meningkatkan penguasaan teknologi dan memperkokoh sistem pertahanan negara.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Amarulla menekankan bahwa kekuatan pertahanan pada masa depan tidak lagi semata ditentukan oleh jumlah alutsista. Menurut dia, faktor penentu bergeser pada keunggulan teknologi serta kemampuan integrasi antar sistem pertahanan.

Ia juga menyoroti perkembangan konflik global yang kian kompleks dan melibatkan berbagai dimensi. Amarulla menilai karakter perang modern telah bergeser dari pola konvensional menuju operasi multi-domain yang mencakup darat, laut, udara, siber, hingga ruang angkasa.

Perubahan tersebut, kata Amarulla, didorong oleh kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, sistem otonom, serta dominasi informasi yang menjadi penentu keunggulan strategis.

Ia turut mengulas penerapan teknologi militer dalam sejumlah konflik global terkini, termasuk perang Rusia–Ukraina serta ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam berbagai konflik itu, penggunaan rudal, drone, hingga sistem pertahanan anti-rudal dan anti-drone disebut menjadi faktor penting yang memengaruhi jalannya pertempuran.

Menurut Amarulla, penguasaan teknologi tersebut sangat bergantung pada pengembangan sektor semikonduktor dan logam tanah jarang yang menjadi fondasi utama berbagai sistem persenjataan modern. Karena itu, penguatan riset di bidang tersebut dinilai penting untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasional.

Ia menegaskan BRIN memiliki peran strategis sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 dalam menyelenggarakan riset untuk mendukung penguasaan teknologi, termasuk teknologi militer. Dalam konteks ini, BRIN menyatakan siap berperan sebagai penghubung antara kebutuhan pertahanan dengan kapasitas riset nasional.

Amarulla menambahkan, keunggulan teknologi kini berfungsi sebagai pengganda kekuatan (force multiplier) dalam sistem pertahanan. Negara yang mampu menguasai teknologi canggih, menurut dia, akan memiliki daya tangkal yang lebih kuat serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman.