Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, baru-baru ini. Penandatanganan yang berlangsung di Gedung BRIN Thamrin itu diarahkan untuk memperkuat pengelolaan talenta riset nasional di tengah persaingan global.
Kolaborasi BRIN dan UAG University berfokus pada pengembangan sumber daya manusia riset yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga mencakup aspek emosional dan spiritual.
Founder UAG University, Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan bahwa kondisi mental yang tepat menjadi faktor penting dalam melahirkan inovasi. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi awal bagi lahirnya terobosan besar dalam riset di Indonesia.
Ary Ginanjar juga menyoroti jumlah peneliti di Indonesia yang dinilai masih rendah dibandingkan negara lain. Karena itu, menurut dia, diperlukan strategi untuk mempercepat penguatan talenta riset.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, UAG University menghadirkan program manajemen talenta berbasis kecerdasan buatan untuk memetakan potensi peneliti secara lebih akurat.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menilai pengelolaan talenta menjadi kunci untuk mencetak periset unggul yang mampu memberikan dampak nyata. Kerja sama ini juga dikaitkan dengan upaya memperkuat talenta riset menuju Indonesia Emas 2045.