Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kolaborasi dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk mendorong transformasi sektor peternakan yang berkelanjutan. Kerja sama ini diarahkan pada penguatan riset, inovasi, dan kemitraan global sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam meningkatkan produksi susu dalam negeri.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan kolaborasi tersebut penting untuk menjawab tantangan produksi susu nasional yang dinilai masih terbatas. Saat ini, produksi susu dalam negeri disebut baru memenuhi sekitar 21 persen kebutuhan, sehingga diperlukan percepatan melalui riset dan inovasi.
“Ini merupakan langkah yang sangat penting dan strategis seiring dengan upaya memperkuat ketahanan pangan. Kita harus mendukungnya dengan inovasi dan riset yang nyata,” ujar Arif dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Dalam jangka pendek, Arif menjelaskan BRIN mendorong pembentukan platform kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, dan mitra internasional. Platform ini ditujukan sebagai wadah berbagi pengetahuan dan teknologi.
Adapun dalam jangka panjang, BRIN akan berfokus pada pengembangan breeding sapi perah, peningkatan produktivitas, serta inovasi untuk mendukung adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengurangan emisi.
“Kita ingin memperkuat kemampuan breeding sapi perah agar produksi susu nasional meningkat dan berkelanjutan, sekaligus mendorong inovasi untuk menjawab tantangan perubahan iklim di sektor peternakan,” kata Arif.
Assistant Director-General FAO Thanawat Tiensin menilai penguatan sektor susu menjadi salah satu kunci untuk mendorong ketahanan pangan yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Ia menyampaikan optimisme bahwa dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi global dapat membantu memperkuat sektor peternakan serta membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan dukungan pemerintah terhadap inisiatif BRIN dalam mendorong peningkatan produktivitas peternakan melalui riset dan inovasi. Menurutnya, kemajuan pembangunan bertumpu pada penelitian dan pengembangan, serta perlu berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.