BERITA TERKINI
BRIN dan Agrinas Palma Nusantara Sepakati Pendirian Pusat Riset Bersama untuk Perkuat Industri Sawit

BRIN dan Agrinas Palma Nusantara Sepakati Pendirian Pusat Riset Bersama untuk Perkuat Industri Sawit

Jakarta—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Agrinas Palma Nusantara menyepakati kerja sama strategis untuk membangun pusat riset bersama guna memperkuat ekosistem industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong peningkatan produktivitas dari sektor hulu hingga hilir, sekaligus mempercepat pemanfaatan inovasi teknologi berbasis sains modern.

Kesepakatan tersebut menempatkan pengembangan hulu-hilir sebagai fokus utama, termasuk upaya meningkatkan efisiensi produksi dan mendorong diversifikasi produk. Pemanfaatan laboratorium dan fasilitas riset yang dimiliki kedua pihak diharapkan mempercepat implementasi inovasi yang dibutuhkan industri.

Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya dukungan ilmu pengetahuan sebagai fondasi daya saing komoditas unggulan Indonesia. Ia mendorong agar hasil penelitian memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

“Masa depan industri sawit tidak hanya pada produksi minyak sawit mentah, tetapi pada hilirisasi dan pengembangan bioproduk bernilai tambah tinggi. Di sinilah riset dan inovasi berperan untuk membuka peluang baru bagi industri sawit yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Arif, dikutip dari laman brin.go.id, Selasa (31/03/2026).

Arif juga menyampaikan bahwa penguatan industri sawit memerlukan pendekatan menyeluruh untuk menjawab kendala teknis di lapangan. Menurut dia, tantangan masih ditemukan di sektor hulu, termasuk pengembangan teknologi dan peningkatan produktivitas. Sementara itu, sektor hilir dinilai menyimpan peluang besar melalui pengembangan inovasi dan bioproduk berbasis sawit.

Dalam kerja sama ini, BRIN dan Agrinas menyepakati sejumlah agenda, antara lain pembentukan pusat riset bersama, pemanfaatan laboratorium serta fasilitas riset tingkat tinggi, pengembangan teknologi untuk peningkatan produktivitas lahan di sektor hulu, serta inovasi bioproduk sawit untuk kebutuhan energi dan ekspor.

Selain aspek teknologi, kemitraan ini juga ditujukan untuk mendukung misi Agrinas Palma Nusantara dalam memperkuat suplai bahan baku. Sinergi riset tersebut diproyeksikan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani melalui perbaikan sistem produksi yang lebih modern.

Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Kusdi Sastro Kidjan menyoroti pentingnya intensitas komunikasi antara lembaga riset dan pelaku usaha agar arah pengembangan sesuai kebutuhan industri dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Melalui lebih banyak diskusi dan sinergi, kami berharap Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dengan tingkat produktivitas yang tinggi,” kata Kusdi dalam keterangan resmi terkait penandatanganan kerja sama riset tersebut.

Implementasi program kerja sama ini akan dimulai melalui pemetaan kebutuhan teknologi di perkebunan milik Agrinas. BRIN disebut akan menerjunkan tim ahli untuk mengidentifikasi peluang inovasi yang paling relevan dengan kondisi industri saat ini.

Kolaborasi BRIN dan Agrinas ini menegaskan upaya penguatan hilirisasi agar Indonesia tidak hanya berfokus pada ekspor bahan mentah, melainkan juga mengembangkan produk turunan bernilai tambah. Integrasi riset dan industri dipandang sebagai salah satu kunci untuk menjaga stabilitas suplai sawit nasional.