Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk memperkuat riset dan inovasi pengembangan industri kelapa sawit secara berkelanjutan, dari sektor hulu hingga hilir.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi, sekaligus mendorong hilirisasi serta diversifikasi produk berbasis sawit.
Arif menilai masa depan industri sawit tidak hanya bertumpu pada produksi minyak sawit mentah, melainkan pada hilirisasi dan pengembangan bioproduk bernilai tambah tinggi. Menurutnya, dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci agar industri sawit nasional tetap kompetitif sekaligus berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya mendorong hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan sehingga memberi dampak nyata bagi industri dan pembangunan nasional. “Di sinilah riset dan inovasi berperan untuk membuka peluang baru bagi industri sawit yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,” kata Arif.
Arif menambahkan penguatan industri sawit perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, ia menyebut masih ada berbagai tantangan, termasuk pengembangan teknologi dan peningkatan produktivitas. Sementara di sektor hilir, peluang pengembangan inovasi dan bioproduk dari sawit dinilai sangat besar.
Melalui kerja sama tersebut, BRIN dan PT Agrinas Palma Nusantara juga mendorong pembentukan pusat riset bersama serta pemanfaatan fasilitas riset masing-masing pihak untuk mempercepat pengembangan inovasi berbasis sains modern bagi industri kelapa sawit.
Arif menyatakan pihaknya melihat banyak peluang inovasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung misi Agrinas Palma Nusantara dalam meningkatkan produktivitas serta memperkuat suplai sawit untuk kebutuhan ekspor, energi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Kusdi Sastro Kidjan menekankan pentingnya memperkuat diskusi dan sinergi antara kedua pihak guna meningkatkan produktivitas industri sawit nasional. Ia berharap, melalui lebih banyak kolaborasi, Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dengan tingkat produktivitas yang tinggi.