BERITA TERKINI
BRIN Apresiasi Dukungan Ary Ginanjar untuk Perkuat Manajemen Talenta Periset

BRIN Apresiasi Dukungan Ary Ginanjar untuk Perkuat Manajemen Talenta Periset

Jakarta — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria menyampaikan apresiasi atas dukungan Prof. (Hor) Ary Ginanjar Agustian dalam upaya memperkuat manajemen talenta di lingkungan BRIN. Penguatan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk melahirkan periset unggul yang mampu memberi dampak nyata bagi kemajuan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prof. Arif dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BRIN dan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) di Jakarta. Menurutnya, riset unggul tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga memerlukan fondasi karakter yang kuat. Ia menilai pendekatan ESQ relevan untuk membentuk periset yang cerdas, berintegritas, serta memiliki daya tahan menghadapi tantangan riset global.

Prof. Arif juga menekankan pentingnya orientasi dampak dalam riset. Ia menyebut semangat yang ingin didorong kepada periset BRIN adalah semangat “Khairunnas”, yakni menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain melalui riset dan inovasi.

Dalam kesempatan itu, Prof. Arif mengakui sinergi antara hasil riset dan dunia industri masih perlu ditingkatkan. Melalui kolaborasi ini, BRIN berupaya memastikan inovasi yang dihasilkan dapat diserap secara luas oleh industri sebagai teknologi yang memperkuat daya saing bisnis.

Ia menegaskan kebutuhan akan periset yang tangguh dan memiliki keterikatan kuat dengan risetnya. Menurutnya, manajemen talenta menjadi jalan yang tepat untuk meningkatkan kualitas human capital di BRIN, dengan target mencetak periset kelas dunia yang karyanya membawa kemajuan nyata, bukan sekadar menjalankan aktivitas riset.

Selain penguatan manajemen talenta sebagai target jangka pendek, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UAG untuk memanfaatkan fasilitas BRIN, mulai dari program Degree by Research, fasilitas laboratorium, hingga program magang.

“Dengan manajemen talenta yang kuat, kita dapat meminimalkan hambatan sumber daya dan mempercepat lahirnya ilmuwan top yang akan membawa Indonesia semakin disegani di kancah global,” kata Prof. Arif.

Sementara itu, Pendiri UAG sekaligus ESQ Corp Prof. (Hor) Ary Ginanjar Agustian menekankan pentingnya identifikasi talenta sejak dini agar pengembangan sumber daya manusia tidak salah arah. Ia menjelaskan UAG telah mengembangkan pendekatan manajemen talenta berbasis data yang telah diuji coba pada sekitar 1.100 periset BRIN dan akan dilanjutkan ke ribuan periset lainnya.

Menurut Ary Ginanjar, menemukan orang yang tepat dan mengembangkannya akan membuat riset memiliki dampak besar. Ia menyatakan dorongan tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah Indonesia menuju negara berbasis riset.