TIMIKA — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pengembangan riset dan inovasi di daerah. Sebagai perangkat daerah yang relatif baru, BRIDA Mimika menempuh langkah proaktif melalui serangkaian audiensi dengan sejumlah kementerian dan lembaga.
Audiensi tersebut dipimpin Sekretaris BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, bersama tim. Pertemuan dilakukan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.
Dalam audiensi dengan BRIN, pembahasan menitikberatkan pada sinkronisasi arah kebijakan riset daerah dengan kebijakan riset nasional. Selain itu, BRIDA Mimika membahas penguatan kelembagaan, peluang kolaborasi riset di berbagai sektor potensial di Kabupaten Mimika, serta dukungan pendanaan melalui skema pendanaan dan co-funding. BRIDA juga membicarakan pendampingan penyusunan roadmap riset dan inovasi daerah.
Sementara itu, pertemuan dengan Bappenas difokuskan pada integrasi hasil riset ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti RPJMD dan RKPD. Langkah ini ditujukan agar kebijakan pembangunan daerah berbasis data dan kajian ilmiah (evidence-based policy). Dalam kesempatan yang sama, dibahas pula sinkronisasi prioritas pembangunan Mimika dengan prioritas nasional, dukungan program strategis nasional, serta peluang penetapan Mimika sebagai pilot project pembangunan berbasis riset di wilayah Papua.
Adapun audiensi dengan BSKDN Kemendagri menyoroti penguatan tata kelola kelembagaan BRIDA, sinkronisasi peran BRIDA dengan Bappeda dan perangkat daerah lainnya, dukungan regulasi daerah (Perda/Perbup), serta strategi pengarusutamaan riset dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Darius Sabon Rain menyatakan rangkaian audiensi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menghadirkan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berdampak. Ia menegaskan, BRIDA Mimika ingin memastikan kebijakan pembangunan di Mimika ke depan berbasis riset dan data yang valid.
Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, menilai Mimika memiliki potensi menjadi contoh pembangunan berbasis riset di wilayah Papua. Menurutnya, karakteristik daerah yang unik serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia membuka peluang bagi Mimika untuk menjadi pilot project nasional dalam penerapan evidence-based policy. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi dengan BRIN, Bappenas, dan Kemendagri.
Slamet juga menyoroti perlunya dukungan lintas sektor agar riset tidak berhenti pada kajian, melainkan diimplementasikan dalam kebijakan. Ia menyebut tantangan utama bukan hanya menghasilkan riset, tetapi memastikan hasil riset digunakan dalam pengambilan keputusan, sehingga peran BRIDA sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan dan kebijakan menjadi strategis.
Melalui rangkaian audiensi tersebut, BRIDA Kabupaten Mimika menyatakan komitmennya untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika, serta menyiapkan diri sebagai pusat orkestrasi riset dan inovasi daerah yang terintegrasi, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. Ke depan, sinergi lintas sektor dan lintas level pemerintahan diharapkan mendorong Mimika menjadi daerah percontohan dalam penerapan kebijakan berbasis riset dan inovasi, khususnya di kawasan Papua.