Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, memaparkan arah kebijakan dan rancangan Rencana Kerja Tahun 2027 dalam Forum SKPD BRIDA 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (2/3/2026) di Ruang Rapat BRIDA Buleleng.
Dalam paparannya, Suwarmawan menegaskan pembangunan daerah ke depan perlu bertumpu pada perencanaan yang tepat sasaran, terukur, dan berbasis data. Karena itu, riset dan inovasi dinilai strategis sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan perangkat daerah.
Ia menekankan pendekatan evidence-based policy menjadi kebutuhan dalam proses perencanaan. Menurutnya, riset dan inovasi tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan fondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.
Suwarmawan juga menyampaikan capaian kinerja BRIDA pada 2025. Ia menyebut realisasi anggaran mencapai lebih dari 92 persen, dengan rata-rata capaian kinerja di atas 96 persen. BRIDA, kata dia, menghasilkan sejumlah kajian strategis, di antaranya penyusunan roadmap komoditas unggulan, kajian kebijakan kebencanaan, serta peta jalan pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai turunan RPJMD.
Selain itu, Kabupaten Buleleng meraih predikat Kabupaten Inovatif Tahun 2025 dengan nilai Indeks Inovasi Daerah sebesar 62,96. Buleleng juga menempati peringkat kedua Indeks Daya Saing Daerah se-Provinsi Bali dengan skor 3,84. Capaian tersebut disebut sebagai bukti pemanfaatan riset dan inovasi berdampak bagi pembangunan daerah.
Untuk perencanaan 2027, BRIDA Buleleng mengusulkan sejumlah kajian strategis sesuai Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah. Usulan itu meliputi peningkatan mutu layanan kesehatan, roadmap pengentasan kemiskinan, adaptasi perubahan iklim, hingga inovasi pengendalian penyakit menular. Seluruh kajian diarahkan untuk mendukung visi pembangunan Kabupaten Buleleng yang berkelanjutan dan berbasis pengetahuan.
Melalui Forum SKPD tersebut, BRIDA Buleleng berharap terbangun sinergi antarperangkat daerah agar hasil riset dan inovasi dapat dimanfaatkan dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan daerah secara menyeluruh.