Jakarta — Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali membuka Program Grant Riset 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan nasional berbasis inovasi dan teknologi. Program ini berada di bawah koordinasi Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
BPDP menyatakan program tersebut ditujukan untuk mendorong lahirnya riset yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan industri perkebunan, terutama pada komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
Dalam pelaksanaannya, BPDP menekankan bahwa riset yang didukung tidak hanya berorientasi akademik, melainkan diarahkan agar menghasilkan teknologi, produk, maupun kebijakan yang bisa dimanfaatkan langsung oleh industri, pemerintah, dan masyarakat. Melalui skema pendanaan ini, BPDP juga menargetkan penelitian yang mampu menjawab tantangan di lapangan, mulai dari peningkatan hasil produksi hingga penciptaan pasar baru bernilai tambah.
Untuk tahun 2026, BPDP menetapkan tujuh fokus riset strategis yang disebut mencerminkan transformasi industri perkebunan modern. Bidang prioritas itu meliputi bioenergi; biomaterial dan oleokimia; pangan, pakan, dan kesehatan; lahan, tanah dan budidaya; pascapanen dan pengolahan; pengelolaan limbah dan lingkungan; sosial ekonomi, bisnis, hingga teknologi informasi.
BPDP membuka kesempatan bagi perguruan tinggi, lembaga penelitian pemerintah maupun swasta, serta pelaku industri untuk mengajukan proposal melalui portal resmi Program Riset BPDP. Batas akhir pengajuan proposal ditetapkan hingga 30 Juni 2026. Adapun tahapan seleksi mencakup evaluasi administrasi, penilaian substansi, dan presentasi proposal.
BPDP menyebut Grant Riset 2026 diarahkan untuk memperkuat daya saing global komoditas perkebunan Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan petani. BPDP juga menegaskan pelaksanaan program dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Melalui pembukaan program ini, BPDP berharap dapat membangun ekosistem riset yang terintegrasi antara akademisi dan industri, sehingga inovasi yang dihasilkan mampu mendorong transformasi sektor perkebunan Indonesia menuju industri berbasis teknologi dan berdaya saing tinggi.