Jakarta—Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka Program Grant Riset 2026 sebagai skema pendanaan penelitian bagi lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia. Pengajuan proposal dibuka hingga 30 Juni 2026 dan dilakukan melalui platform resmi program riset BPDP.
Program ini disusun untuk mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan, sekaligus mendukung penciptaan produk serta pasar baru berbasis komoditas perkebunan strategis. BPDP menyatakan riset yang didanai diarahkan agar terstruktur dan selaras dengan kebutuhan industri nasional.
Pendanaan ditujukan bagi lembaga penelitian dan pengembangan yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis. Fokus program juga menekankan pemanfaatan hasil riset oleh industri, pemerintah, serta petani dan masyarakat.
BPDP menetapkan sejumlah bidang prioritas riset. Pada bidang bioenergi, ruang lingkup yang dicantumkan antara lain teknologi konversi biomassa, pengembangan biodiesel dan bioavtur, serta model bisnis bioenergi berbasis sawit, kelapa, dan kakao.
Untuk biomaterial dan oleokimia, prioritas meliputi pengolahan biomassa menjadi bahan kimia bernilai tambah, pengembangan specialty chemicals, serta inovasi bahan penolong industri hilir. Sementara pada bidang pangan, pakan, dan kesehatan, cakupannya mencakup pengembangan pangan fungsional, penelitian klinis, formulasi pakan ternak, serta teknologi pengujian mutu dan keamanan produk.
Bidang lahan, tanah, dan budidaya mencantumkan fokus seperti pengendalian penyakit tanaman, bioteknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan, digitalisasi perkebunan, serta teknologi drone untuk kebutuhan agronomi. Adapun pada pascapanen dan pengolahan, bidang prioritas mencakup teknologi pengolahan hasil perkebunan, sistem ketertelusuran, otomasi proses, serta peningkatan efisiensi pascapanen.
BPDP juga memasukkan pengolahan limbah dan lingkungan sebagai prioritas, dengan ruang lingkup antara lain teknologi pengelolaan limbah, strategi net zero emission, analisis siklus hidup, serta konservasi lingkungan berbasis data presisi.
Pada bidang sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan TIK, prioritas mencakup penguatan kelembagaan petani, pengembangan pasar, digitalisasi agribisnis, perdagangan karbon, serta integrasi sistem berbasis kecerdasan buatan. Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengelolaan industri dan pengembangan perdagangan karbon disebut sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing sektor perkebunan secara menyeluruh.
Informasi pengajuan dan pengunggahan proposal Program Grant Riset 2026 dapat diakses melalui laman resmi https://program-riset.bpdp.or.id/, dengan batas akhir pengajuan pada 30 Juni 2026.