BERITA TERKINI
BPDP Buka Program Grant Riset 2026, Prioritaskan Inovasi Sawit hingga Bioenergi

BPDP Buka Program Grant Riset 2026, Prioritaskan Inovasi Sawit hingga Bioenergi

Jakarta — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi membuka Program Grant Riset Tahun 2026 untuk memperkuat riset dan inovasi di sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao.

Berdasarkan pengumuman bernomor PENG-1/BPDP/2026 tertanggal 6 April 2026, pengajuan proposal dibuka hingga 30 Juni 2026. Proses pengajuan dilakukan secara daring melalui laman program riset BPDP dan ditujukan bagi lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia.

BPDP menyatakan program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan, sekaligus mendorong pengembangan produk turunan serta perluasan pasar berbasis komoditas perkebunan. Untuk tahun ini, BPDP menetapkan tujuh bidang prioritas riset yang mencakup rantai industri dari hulu hingga hilir.

Pada bidang bioenergi, fokus riset mencakup pengembangan teknologi konversi minyak dan biomassa sawit menjadi bahan bakar nabati seperti biodiesel dan biogas. Riset juga diarahkan pada pemanfaatan biomassa sawit sebagai material karbon untuk teknologi baterai, pengembangan katalis yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta kajian model bisnis dan komersialisasi bioenergi berbasis sawit, termasuk analisis nilai ekonomi dan dampak kebijakan penggunaan bahan bakar nabati.

Di sektor biomaterial dan oleokimia, prioritas riset meliputi pengembangan teknologi konversi gliserol sawit menjadi produk kimia bernilai tambah, produksi specialty chemicals, serta pengembangan bahan penolong industri guna mengurangi ketergantungan impor.

Sementara pada bidang pangan, pakan, dan kesehatan, BPDP memfokuskan riset pada pemanfaatan komponen minyak sawit dan produk turunannya untuk pengembangan pangan fungsional, bahan aditif, dan suplemen. Program ini juga membuka peluang penelitian klinis terkait manfaat kesehatan minyak sawit dibandingkan minyak nabati lainnya. Selain itu, pengembangan alat uji cepat (rapid test kit) untuk mendeteksi kontaminan dan menjaga mutu produk sawit menjadi salah satu fokus, termasuk riset keamanan pakan berbasis sawit sebagai alternatif bahan impor.

Dari sisi hulu melalui bidang lahan, tanah, dan budidaya, riset dititikberatkan pada pengendalian penyakit tanaman seperti Ganoderma, peningkatan produktivitas melalui efisiensi pemupukan, serta penerapan praktik budidaya terbaik, termasuk pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). BPDP juga mendorong pemanfaatan bioteknologi, bioinformatika, dan kecerdasan buatan untuk mendukung kegiatan agronomi, termasuk penggunaan drone dan digitalisasi manajemen perkebunan.

Pada bidang pascapanen dan pengolahan, riset diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses dari tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO). Pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan sistem digital turut didorong untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Aspek lingkungan menjadi perhatian dalam program ini. BPDP mendorong riset pengelolaan limbah, pemanfaatan batang sawit hasil replanting, serta penyusunan strategi menuju target Net Zero Emission 2050. Metode Life Cycle Assessment (LCA) juga masuk prioritas untuk mengukur dampak industri.

Di bidang sosial ekonomi, riset diarahkan pada penguatan kelembagaan petani, pengembangan kemitraan, serta desain kebijakan untuk mendukung pasar komoditas berbasis sawit. Topik lain yang masuk prioritas mencakup pengembangan perdagangan karbon dan pemanfaatan teknologi digital dalam sistem agribisnis.

BPDP berharap Program Grant Riset 2026 dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif dan mendukung pengembangan industri perkebunan nasional secara berkelanjutan.