Jakarta — Perusahaan penyedia layanan internet Bnetfit menyatakan ambisinya pada 2026 untuk bertransformasi dari penyedia konektivitas menjadi salah satu pemain kunci infrastruktur digital nasional. Sejumlah strategi disebut telah disiapkan untuk mencapai target tersebut.
Dalam peta jalan (roadmap) yang dipaparkan, Bnetfit menempatkan pengembangan Automation & AI sebagai salah satu fokus, disertai penyediaan layanan cloud yang dapat diskalakan. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan penguatan aspek keamanan (security), pengembangan pusat data melalui Nexbyte, serta pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk kebutuhan smart city dan industri.
Bnetfit juga menyoroti rencana penguatan konektivitas regional, termasuk jalur Indonesia–Singapura dan kawasan ASEAN, sebagai bagian dari strategi memperluas peran infrastruktur digitalnya.
Untuk menopang rencana tersebut, Bnetfit mengimplementasikan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) generasi terbaru. Teknologi ini diklaim memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan fiber optik tanpa perlu membangun jaringan baru.